Mili.id – Upaya penanganan ledakan populasi ikan sapu-sapu tuti di perairan Ibu Kota terus menjadi perhatian berbagai pihak.Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengusulkan pendekatan berbeda dengan memanfaatkan ikan invasif tersebut menjadi arang, bukan sekadar dimusnahkan.
Gagasan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ekologis ikan sapu-sapu yang dinilai merusak keseimbangan ekosistem perairan.Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah daerah melakukan penangkapan massal ikan tersebut dalam jumlah besar, bahkan mencapai tonase signifikan di sejumlah titik sungai dan waduk.
Baca juga: Asap Beracun Belum Hilang, Puluhan Warga Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin Bertahan di Pengungsian
Menurut Rano, ide pengolahan ikan sapu-sapu menjadi arang terinspirasi dari praktik yang telah diterapkan di Brasil. Di negara tersebut, ikan yang dianggap hama lingkungan justru dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.Ia pun telah meminta dinas terkait untuk mengkaji kemungkinan penerapan metode serupa di Jakarta.“Di Brasil itu sudah dilakukan, ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi komponen lain, termasuk arang,” kata Rano.
Usulan ini menjadi alternatif dari pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada pemusnahan massal. Metode tersebut sempat menuai sorotan publik, terutama terkait proses penanganan hasil tangkapan yang dinilai belum optimal dari sisi teknis maupun etika.
Rano mengakui, langkah awal yang dilakukan pemerintah masih memiliki sejumlah kekurangan. Ia menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan, termasuk memastikan proses penanganan ikan dilakukan secara tepat setelah dipastikan mati.
Di sisi lain, pandangan Rano ini berbeda dengan gagasan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang sebelumnya juga menyoroti persoalan ikan sapu-sapu.
Baca juga: Mobil Tabrak Separator di Blok M Menuju Flyover Antasari, Tiang Lampu Roboh Timpa Atap Kendaraan
Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan spesies invasif ini masih membuka ruang diskusi untuk menemukan solusi paling efektif.Sejumlah kalangan menilai, pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi arang dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi limbah dari hasil penangkapan massal.
Selain itu, opsi lain seperti pengolahan menjadi pupuk atau tepung ikan juga sempat mengemuka sebagai alternatif.Keberadaan ikan sapu-sapu sendiri telah lama menjadi perhatian para ahli. Spesies ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu berkembang pesat di perairan dengan kualitas rendah.
Minimnya predator alami di Indonesia membuat populasinya sulit dikendalikan.Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga sektor perikanan. Ikan sapu-sapu dapat mengganggu habitat ikan lokal dengan memakan telur serta merusak rantai makanan.
Baca juga: DPRD DKI Nilai Tarif TransJakarta Rp5.000 Masih Wajar, Usulan Tunggu Kajian dan Masukan Publik
Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berpotensi merugikan masyarakat yang bergantung pada sumber daya perairan.Dengan berbagai tantangan tersebut, inovasi dinilai menjadi kunci dalam penanganan ikan sapu-sapu.
Usulan pengolahan menjadi arang menjadi salah satu langkah menuju solusi yang lebih berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi dari persoalan lingkungan yang selama ini dianggap merugikan.
Editor : Redaksi
