Khofifah dan Pangdam Percepat Pembangunan Madura Lewat Karya Bakti

Khofifah dan Pangdam Percepat Pembangunan Madura Lewat Karya Bakti © mili.id

Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin resmi membuka pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat di Wilayah Madura Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan upacara Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di Alun-Alun Bangkalan, Senin (6/7).

Program tersebut menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan TNI dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura.

Baca juga: Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton, Bukti Kepercayaan Pasar Global

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pangdam V/Brawijaya beserta seluruh jajaran atas komitmen yang terus dibangun bersama pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong," ujar Khofifah.

Menurutnya, pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Madura menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

"Ini luar biasa dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Madura. Ini akan ketemu format bagaimana kita membangun sinergi, kolaborasi dan kegotongroyongan semua lini, semua level, semua elemen. Terima kasih Pak Pangdam beserta seluruh jajaran," katanya.

Khofifah menjelaskan, dipilihnya Pulau Madura sebagai lokasi pelaksanaan program tahun ini bertujuan mempercepat pembangunan di kawasan yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan di sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar, hingga kesejahteraan masyarakat.

Ia optimistis program tersebut akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura.

"Insya Allah multiplier effect-nya akan sangat besar bagi percepatan pembangunan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura," ujarnya.

Menurut Khofifah, percepatan pembangunan Madura tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat.

"Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," katanya.

Program Fisik dan Sosial
Melalui Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026, berbagai program fisik akan dilaksanakan, di antaranya pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) beserta MCK, pembangunan 20 sekolah, serta empat panti asuhan.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti operasi katarak dan bibir sumbing, khitan massal, donor darah, bakti kesehatan, bakti lingkungan, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, hingga pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Ada program fisik, ada program sosial dan kemanusiaan. Semuanya dibutuhkan oleh masyarakat dan pastinya berdampak langsung bagi mereka," ujar Khofifah.

Baca juga: Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan UMKM

Fokus Renovasi RTLH
Salah satu fokus utama Karya Bakti Skala Besar tahun ini adalah peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Khofifah mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memenuhi hak masyarakat atas tempat tinggal yang layak sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kerja sama Pemprov Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya dalam renovasi RTLH telah berlangsung sejak 2009. Hingga 2025, kolaborasi tersebut telah merealisasikan renovasi sebanyak 154.399 unit RTLH dengan total anggaran lebih dari Rp1,24 triliun. Selain itu, sejak 2019 telah dibangun 2.062 unit jamban keluarga untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jawa Timur kembali mengalokasikan renovasi 1.700 unit RTLH di 18 Kodim wilayah Kodam V/Brawijaya dengan nilai bantuan Rp25 juta per unit atau total anggaran mencapai Rp42,5 miliar.

Khusus untuk Pulau Madura, sebanyak 377 unit RTLH akan direnovasi, terdiri atas 94 unit di Kabupaten Bangkalan, 94 unit di Kabupaten Sampang, 94 unit di Kabupaten Pamekasan, dan 95 unit di Kabupaten Sumenep.

"Kolaborasi panjang ini membuktikan bahwa sinergi Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya tidak hanya memperbaiki rumah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan, rasa aman, serta kualitas hidup keluarga penerima manfaat," tegasnya.

Khofifah mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong selama pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar agar seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.

Baca juga: Khofifah Dorong Jatim Mendunia Melalui Ajang MANTRA116 Internasional

"Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan Karya Bakti Skala Besar TNI sebagai momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah di Pulau Madura," pungkasnya.

Wujud Pengabdian TNI
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menegaskan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Wilayah Madura Tahun Anggaran 2026 merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan dukungan penuh sehingga program tersebut dapat terlaksana.

"Penghargaan dan apresiasi kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan komitmen sinergi dan kolaborasi sehingga program ini bisa terselenggara. Ini wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara," ujarnya.

"Kami hadir membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tetapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.

Usai upacara pembukaan, Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya meninjau kegiatan bakti sosial kesehatan yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Rombongan juga mengunjungi Posko Karya Bakti Skala Besar serta stan UMKM, kemudian melepas peserta karnaval di depan Makodim 0829/Bangkalan. Karnaval tersebut diikuti 13 kelompok peserta yang terdiri atas pelajar, komunitas sepeda antik, dan kelompok musik ul-daul dengan rute mengelilingi Alun-Alun Bangkalan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait