Mili.id– Cuaca panas mulai terasa semakin menyengat di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat mayoritas wilayah di Jatim pada Senin (11/5/2026) didominasi kondisi cerah dan berawan dengan suhu udara yang cukup tinggi, terutama di kawasan Sidoarjo dan Kota Pasuruan.
Kedua daerah tersebut tercatat menjadi wilayah dengan suhu paling panas di Jawa Timur dengan kisaran suhu mencapai 26 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat pada siang hari terasa lebih menyengat dibanding hari-hari sebelumnya.
Langit cerah tanpa banyak tutupan awan sejak pagi hingga siang hari menjadi salah satu faktor utama meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan panas matahari, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik selama cuaca panas berlangsung.
“Cuaca panas seperti ini berpotensi menyebabkan dehidrasi dan kelelahan apabila tubuh kurang cairan, terutama saat aktivitas di luar ruangan cukup tinggi,” demikian imbauan BMKG.
Kota Batu Tetap Jadi Wilayah Paling Sejuk
Berbeda dengan wilayah pesisir dan perkotaan yang mengalami peningkatan suhu cukup signifikan, Kota Batu justru masih menjadi daerah dengan suhu paling rendah di Jawa Timur.
BMKG mencatat suhu udara di Kota Batu berkisar antara 16 hingga 24 derajat Celsius. Udara dingin khas dataran tinggi masih terasa kuat, terutama pada pagi dan malam hari.
Kondisi geografis pegunungan membuat wilayah Batu tetap terasa sejuk meski sebagian besar daerah lain di Jawa Timur mulai mengalami peningkatan suhu akibat musim kemarau.
Secara umum, rata-rata suhu udara di Jawa Timur saat ini berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius.
Cuaca Panas Diprediksi Berlangsung hingga Puncak Kemarau
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agita Vivi, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca panas di Indonesia masih berpotensi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan seiring masuknya musim kemarau.
Menurutnya, puncak suhu panas diperkirakan terjadi pada periode Agustus hingga September 2026.
Baca juga: Cita Rasa Tokyo Hadir di fave hotel Sidoarjo
“Potensi suhu maksimum ini masih berpeluang terjadi sepanjang musim kemarau yang mencapai puncaknya pada Agustus–September 2026,” kata Agita seperti dikutip dari Kompas.com.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena cuaca panas ekstrem mulai dirasakan di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
Penyebab Suhu Panas Meningkat
BMKG menjelaskan, meningkatnya suhu panas di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor alamiah. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang pada April hingga pertengahan tahun berada di sekitar lintang khatulistiwa bagian utara.
Kondisi tersebut menyebabkan intensitas penyinaran matahari di wilayah Indonesia menjadi lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung cerah tanpa banyak awan membuat radiasi panas matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.
Akibatnya, suhu udara pada siang hari meningkat cukup signifikan, terutama di wilayah perkotaan dan pesisir.
Baca juga: Aston Sidoarjo Kenalkan Coffee Series Eksklusif
Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Siang Hari
Di tengah cuaca yang semakin terik, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari apabila tidak terlalu mendesak.
Penggunaan pelindung seperti topi, payung, dan sunscreen juga dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan panas matahari secara langsung.
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga pola istirahat agar kondisi tubuh tetap fit selama musim kemarau berlangsung.
Cuaca panas yang berkepanjangan juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan dan kekeringan di sejumlah daerah apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Meski sebagian wilayah Jawa Timur masih berpotensi diguyur hujan ringan pada sore atau malam hari, BMKG memperkirakan dominasi cuaca cerah dan suhu panas masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Redaksi
