Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo, Kepala Staf Kodim 0508/Depok Letkol Inf Rendra Wibowo, Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur, Kabid Kelembagaan, Pengawasan dan Bina Usaha Koperasi DKUM Kota Depok Muhammad Yunan Lubis.
Mili.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok mengikuti peluncuran nasional KDKMP yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui video conference (vicon), Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di KDKMP Jalan Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok itu dihadiri sekitar 30 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, serta pengurus koperasi.
Baca juga: Gaji Pegawai KKMP Bendo Belum Jelas, DPRD Kota Blitar Minta Mekanisme Pengelolaan Dipertegas
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo, Kepala Staf Kodim 0508/Depok Letkol Inf Rendra Wibowo, Sekretaris Daerah Kota Depok Mangnguluang Mansur, Kabid Kelembagaan, Pengawasan dan Bina Usaha Koperasi DKUM Kota Depok Muhammad Yunan Lubis, jajaran Koramil, Pemerintah Kecamatan Limo, hingga pengurus KDKMP Kelurahan Grogol.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan pejabat terkait, hingga pelaksanaan video conference nasional launching KDKMP yang dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi desa dan kelurahan. Program KDKMP disebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperpendek rantai distribusi, menekan praktik tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi modern yang profesional, transparan, dan berbasis digital.
Secara nasional, pemerintah meresmikan operasional 1.061 unit KDKMP yang terdiri dari 530 unit di Provinsi Jawa Timur dan 531 unit di Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, tercatat sekitar 9.000 unit koperasi telah selesai dibangun dan sedang dalam tahap persiapan operasional. Pemerintah juga menargetkan hingga 30 ribu hingga 35 ribu KDKMP dapat beroperasi secara nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo mengatakan KDKMP di Kelurahan Grogol saat ini telah selesai dibangun dan tinggal memasuki tahap persiapan operasional, termasuk pengadaan perlengkapan pendukung.
“Harapannya dalam beberapa bulan ke depan koperasi ini sudah bisa beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi tersebut nantinya akan menyediakan berbagai layanan, mulai dari simpan pinjam, pembayaran listrik, penyediaan kebutuhan pokok, pupuk, hingga layanan usaha lainnya yang langsung bekerja sama dengan perusahaan penyedia. Dengan demikian, harga barang diharapkan dapat bersaing dengan toko ritel modern di sekitar wilayah tersebut.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Diserbu Warga, Omzet Harian di Lamongan Tembus Jutaan Rupiah
Ia juga berharap keberadaan koperasi dapat menjadi solusi ekonomi masyarakat, terutama dalam akses pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau dibanding pinjaman online.
“Dari sisi simpan pinjam, masyarakat diharapkan lebih memilih koperasi dibanding pinjaman online karena bunga pinjamannya lebih ringan dan lebih aman. Ini juga menjadi salah satu upaya menekan maraknya pinjaman online di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kota Depok Mangnguluang Mansur menyampaikan bahwa pengurus koperasi sudah terbentuk di 63 kelurahan di Kota Depok. Namun untuk pembangunan gedung koperasi, sebagian masih terkendala kesiapan lahan.
“Ke depan lahannya akan kami siapkan sehingga pembangunan tahap selanjutnya bisa segera dilaksanakan,” ucapnya.
Ketua KMP Kelurahan Grogol, deni Santana mengatakan pihaknya telah aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mendapat sambutan positif dari berbagai tokoh masyarakat di wilayah tersebut.
Baca juga: Resmikan 1.061 Koperasi, Prabowo: Desa Kini Punya Kekuatan Sendiri
“Kami melihat masyarakat memang membutuhkan kehadiran koperasi ini. Insya Allah ke depan akan kami kembangkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan koperasi dimulai sejak peletakan batu pertama pada November tahun lalu dan kini telah berjalan sekitar tujuh bulan. Untuk sementara, layanan koperasi difokuskan bagi masyarakat Kelurahan Grogol.
Berbagai fasilitas dan layanan juga telah disiapkan, di antaranya klinik kesehatan, apotek, sembako, UMKM, hingga layanan agen perbankan untuk memudahkan masyarakat dalam akses simpan pinjam dan permodalan usaha.
“Untuk wilayah Depok, koperasi ini menjadi yang pertama dan paling lengkap. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi lokasi lainnya,” pungkasnya.
Editor : Eka Ardimiyati
