Lima tuntutan utama BEM UI kepada pemerintah.
Mili.id – Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diperkirakan akan mengalami kepadatan lalu lintas pada Jumat (12/6/2026) seiring rencana aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut diprediksi melibatkan lebih dari seribu mahasiswa. Polisi dan otoritas lalu lintas pun mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan di sekitar Bundaran HI serta koridor Sudirman–Thamrin guna mengantisipasi kemacetan.
Baca juga: Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor, 317 Pelaku Ditangkap dalam Sebulan
Melalui akun media sosialnya, TMC Polda Metro Jaya menginformasikan adanya potensi kepadatan arus kendaraan di kawasan tersebut selama aksi berlangsung.
"Diperkirakan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar Jalan Sudirman–Thamrin. Bagi para pengendara, diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif," tulis TMC Polda Metro Jaya.
Selain menghindari lokasi aksi, masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, memastikan demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" tetap dilaksanakan sesuai rencana. Ia memperkirakan jumlah peserta yang turun ke jalan mencapai lebih dari 1.000 mahasiswa.
Baca juga: 15 Ribu Penonton Padati Kawasan GBK, Ratusan Polisi Disiagakan untuk Pengamanan Konser
"(Jumlah mahasiswa sekitar) 1.000 mahasiswa ke atas," ujar Yatalathof.
Menurutnya, kemacetan yang ditimbulkan akibat aksi tersebut hanya bersifat sementara. Ia menilai persoalan yang hendak disuarakan mahasiswa jauh lebih besar dibanding gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi selama beberapa jam.
"Kemacetan lalu lintas hari ini hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat sudah berlangsung puluhan tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti sendiri," katanya.
Baca juga: Polda Metro Jaya Selidiki Isu Dugaan Jaringan Pedofilia WN Jepang di Blok M
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan praktik militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak dari berbagai persoalan yang terjadi.
Aksi ini diperkirakan menjadi salah satu unjuk rasa mahasiswa terbesar di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dan berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di pusat ibu kota sepanjang pagi hingga siang hari.
Editor : Redaksi
