Mili.id – Pemerintah terus mematangkan pengembangan proyek mobil nasional yang akan diproduksi oleh PT Pindad. Fasilitas manufaktur yang direncanakan dibangun di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja dari kalangan sarjana maupun teknisi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan mobil nasional yang saat ini sedang dirancang PT Pindad diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang telah beredar di pasar saat ini.
Baca juga: Catat, 14 September GIIAS Surabaya Hadirkan Teknologi Otomatif Terbaru
"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70 persen. Walaupun memang nanti kita harapkan mobil nasional yang sekarang sedang didesain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," ujar Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah meninjau perkembangan proyek mobil nasional di Subang. Pengembangan kawasan industri tersebut akan dilakukan secara bertahap sepanjang periode 2026 hingga 2028.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan tahap awal pembangunan ditargetkan mampu menghasilkan hingga 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028. Dalam jangka panjang, kapasitas produksi ditingkatkan hingga mencapai 300.000 unit per tahun.
Menurut Sigit, PT Pindad telah menyiapkan investasi sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan proyek strategis tersebut, mulai dari tenaga perencana hingga pelaksana di berbagai tingkatan.
Kawasan mobil nasional direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 539 hektare di Subang. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai ekosistem manufaktur otomotif terintegrasi yang mencakup fasilitas produksi, perkantoran, pusat pengujian, riset dan pengembangan, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menilai proyek tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat industri nasional dan meningkatkan penguasaan teknologi otomotif, khususnya kendaraan berbasis listrik.
"Kawasan Mobil Nasional merupakan instalasi strategis yang memiliki nilai penting dalam mendukung penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi," kata Sjafrie.
Selain mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam pengembangan kendaraan masa depan.
Editor : Redaksi
