Ronaldo Disebut Jadi Beban Portugal, Eks Striker Inggris Desak Martinez Berani Ambil Keputusan

Ronaldo Disebut Jadi Beban Portugal, Eks Striker Inggris Desak Martinez Berani Ambil Keputusan © mili.id

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo beradu argumen dengan wasit Abdulrahman Al-Jassim dari Qatar setelah ia memberikan kartu kuning kepada Bernardo Silva, kiri, saat laga Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal vs RD Kongo, 17 Juni 2026 (c) AP Photo/Ashley

Mili.id – Hasil imbang Portugal melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 memunculkan kembali perdebatan soal peran Cristiano Ronaldo di tim nasional. Kali ini, kritik tajam datang dari mantan penyerang Inggris, Jay Bothroyd, yang menilai sang megabintang mulai menjadi hambatan bagi permainan Selecao das Quinas.

Portugal hanya mampu bermain 1-1 saat menghadapi DR Kongo. Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo yang tampil pada Piala Dunia keenam sepanjang kariernya gagal menunjukkan pengaruh signifikan. Penyerang berusia 41 tahun itu tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan menyia-nyiakan dua peluang emas yang didapatkan.

Baca juga: Blunder Fatal Kim Seung-gyu! Meksiko Bungkam Korea Selatan di Kandang Sendiri

Penampilan tersebut membuat Bothroyd mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang terus menempatkan Ronaldo sebagai starter. Menurutnya, Portugal akan menjadi tim yang lebih seimbang jika Ronaldo bersedia menerima peran baru sebagai pemain pengganti yang masuk pada momen-momen krusial.

"Harus jujur, saya pikir jika Ronaldo adalah pemain yang mengutamakan tim, dia harus mengalah dan memahami bahwa dia harus menjadi pemain yang masuk dari bangku cadangan sebagai pemain yang memberi dampak," kata Bothroyd.

Mantan striker Inggris itu menilai Ronaldo masih memiliki kualitas untuk membantu tim, tetapi tidak lagi efektif jika terus menjadi tumpuan utama selama 90 menit.

"Apakah dia akan melakukan itu? Tidak, saya rasa dia tidak akan melakukannya. Dan itu adalah maksud saya," lanjutnya.

Tak hanya soal performa di lapangan, Bothroyd juga menyoroti ambisi Ronaldo yang selama ini kerap dibandingkan dengan Lionel Messi. Menurutnya, obsesi untuk terus membuktikan diri bisa berdampak pada keseimbangan permainan Portugal.

"Saya melihat Ronaldo dan pendukung Ronaldo mungkin akan membenci saya hari ini, tetapi terlihat seperti semuanya tentang dirinya, bukan? Dia selalu mengejar Messi sepanjang waktu," ujarnya.

Meski mengakui Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa, Bothroyd menilai kondisi saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu.

Baca juga: Luis Diaz Bersinar, Kolombia Tundukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

"Dia tidak akan pernah menjadi Messi, tetapi apa yang dia miliki sepanjang kariernya adalah kemampuan memaksimalkan potensinya. Namun saat ini dia mulai menjadi lebih seperti hambatan bagi Portugal daripada membantu, dan menurut saya itu adalah kesalahan Martinez," tegasnya.

Di tengah kritik yang terus mengalir, Roberto Martinez tetap menunjukkan dukungan penuh kepada kaptennya. Pelatih Portugal itu menegaskan bahwa Ronaldo masih menjadi aset penting, terutama dalam situasi ketika tim membutuhkan gol.

"Tidak masuk akal untuk mengeluarkan pencetak gol terbanyak di dunia dalam pertandingan yang membutuhkan gol," kata Martinez.

Menurutnya, pengalaman Ronaldo di kotak penalti, kemampuan menarik perhatian bek lawan, serta pergerakannya dalam membuka ruang masih sangat dibutuhkan oleh Portugal.

Baca juga: Diaz Bersinar, Kolombia Taklukkan Uzbekistan dan Puncaki Grup K

"Bagi kami dalam momen seperti ini, pengalaman Cristiano di dalam kotak penalti sangat penting. Cara dia menarik perhatian bek lawan sangat penting, begitu juga cara kami memanfaatkan ruang yang tercipta," jelas Martinez.

Portugal kini dituntut segera bangkit saat menghadapi Uzbekistan pada laga kedua Grup K. Sorotan pun kembali tertuju kepada Ronaldo. Akankah sang legenda menjawab kritik dengan performa gemilang, atau justru perdebatan mengenai perannya di tim nasional akan semakin menguat?

Sumber : Goal

 

Editor : Muhammad



Berita Terkait