Walikota Eri Cahyadi disela-sela pengiriman bantaun bencana Kota Batu
Mili.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi curah hujan di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Malang melebihi biasanya. Selain itu BMKG juga memprediksi datangnya La Nina
Karenanya, Walikota Eri Cahyadi meminta warga Kota Pahlawan berdoa agar tidak terjadi bencana. “Bagi kita, itu hanyalah perkiraan, kekuatan hanya kekuatan Gusti Allah. Makanya kita butuh keridhoan Gusti Allah supaya bencana itu tidak terjadi di Surabaya,” ujar Eri saat memberangkatkan 60 personel dan bantuan ke Kota Batu, Jumat (5/11) petang.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Kendati begitu sambung Eri, pihaknya sudah melakukan antisipasi bencana bahkan sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk memetakan wilayah-wilayah mana yang berpotensi terjadi bencana.
Di samping itu, para camat di wilayahnya masing-masing melakukan berbagai macam pencegahan itu. Begitupula dengan Dinas PU Bina Marda dan Pematusan beserta DKRTH melakukan pengecekan saluran-saluran, perantingan pohon dan beberapa antisipasi lainnya.
“Bila memang naudzubillah terjadi bencana di Surabaya, kita juga siagakan tempat-tempat perlindungannya. Insyallah kita bersama BMKG akan melakukan itu. Mari warga Surabaya terus berdoa supaya Kota Surabaya terhindar dari bencana,” pungkasnya.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, juga potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh faktor cuaca bagi wilayah Jawa Timur.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi
Melalui media daring 'Rapat Koordinasi BNPB-BPBD Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak La Nina di Jakarta, Kamis (4/11), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito meminta seluruh elemen agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor.
Menurut data dan analisis BMKG, fenomena La Nina melanda wilayah Indonesia sejak bulan Agustus dan diprakirakan akan berkembang hingga Februari tahun 2022. "Fenomena _La Nina_ harus bersama-sama kita antisipasi dan kita siapkan kesiapsiagaannya," jelas Ganip
Baca juga: Jelang Haji, Eri Minta Semua Aduan Warga Ditangani Cepat
Editor : Redaksi
