Ini Enam Fakta Menarik Tentang Kota Mojokerto dengan Sentuhan Spirit Of Majopahit

Ini Enam Fakta Menarik Tentang Kota Mojokerto dengan Sentuhan Spirit Of Majopahit © mili.id

Tugu Tribuana Tunggadewi yang di dalamnya terdapat tandon air peninggalan Belanda di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Foto : (Nana/mili.id)

Mojokerto - Potret kota terkecil ketiga di Indonesia ini semakin bersolek dan menunjukkan sentuhan Spirit Of Majapahit-nya di akhir tahun 2023 lalu. Inilah wajah baru Kota Mojokerto yang hanya berjarak 50 kilometer dari Surabaya.

Yah, kota yang menjadi bagian dari kawasan metropolitan Surabaya, atau Gerbangkertosusila bersama Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, dan Lamongan ini semakin menyedot perhatian wisatawan domestik dengan berbagai sejarah dan kulinernya.

Baca juga: Pandawa Warung Kopi Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

Miniatur monumen Kapal Majapahit di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Foto : (Nana/mili.id)Miniatur monumen Kapal Majapahit di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Foto : (Nana/mili.id)

Berikut 6 fakta menarik Kota Mojokerto yang dikenal juga sebagai Kota Onde-Onde ini :

1. Merupakan salah satu kota terkecil di Indonesia

Kota Mojokerto merupakan salah satu kota terkecil di Indonesia dengan luas wilayah hanya 20,48 kilometer persegi dengan tiga kecamatan. Meski kecil kota ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat. Total 140.730 jiwa.

Tercatat sebagai kota dengan luasan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Magelang di Jawa Tengah dan Kota Sibolga di Sumatera Utara.

2. Kota terinovatif se-Indonesia

Meski kecil namun cabe rawit, dalam dua tahun berturut-turut Kota Mojokerto dinobatkan sebagai Kota Terinovatif se-Indonesia pada ajang Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hingga saat ini sebanyak 176 inovasi berhasil dilahirkan oleh Pemerintah Mojokerto.

3. Presiden RI pertama, Soekarno pernah tinggal dan bersekolah di Kota Mojokerto

Dalam buku karya Cindy Adams yang berjudul “Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” terekam jejak masa kecil Soekarno di Kota Mojokekrto.

Pada sumber lain berjudul Soekarno-Hatta Persamaan dan Perbedaannya (1983) oleh Tamar Djaya, juga diterangkan Soekarno berada di Kota Mojokerto selama delapan tahun, sejak 1908 sampai 1916. Pada waktu itu usianya tujuh sampai lima belas tahun.

Jejak masa kecil Soekarno di Kota Mojokerto juga diverifikasi dengan sejumlah bangunan yang menjadi saksi bisu bagaimana sosok sang proklamator tersebut melewati hari-harinya di Kota Mojokerto.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Diantaranya Sekolah "Ongko Loro" yang kini menjadi SDN Purwotengah Kota Mojokerto dan Europesche Legore School (ELS) yang sekarang menjadi SMP Negeri 2 Kota Mojokerto.

4. Kota Sepatu

Kota Mojokerto sejak dulu dikenal sebagai salah satu produsen sepatu di Jawa Timur. Meski produk sepatu yang diproduksi oleh UMKM sekelas industri rumahan (home industry), namun secara kualitas telah diakui hingga luar negeri.

Hingga saat ini tercatat jumlah IKM alas kaki di Kota Mojokerto sebanyak 216, dan telah memiliki Pusat Grosir Sepatu (PGS) yang terletak di Jalan Raden Wijaya Nomor 35 (ex Bentar Swalayan), Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Alun-alun Wiraraja di Kota Mojokerto yang menjadi pusat daya tarik wisata dan Skywalk pusat kuliner. Foto : (Nana/mili.id)Alun-alun Wiraraja di Kota Mojokerto yang menjadi pusat daya tarik wisata dan Skywalk pusat kuliner. Foto : (Nana/mili.id)

5. Wisata kuliner

Fakta menarik lainnya, Kota Mojokerto merupakan surga bagi pecinta kuliner, berbagai macam sajian makanan dan minuman siap memanjakan lidah pengunjung. Mulai yang legendaris, jajanan pinggir jalan, food court, coffee shop hingga berbagai franchise ternama di Indonesia ada di Kota Mojokerto.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

6. Kota Wisata Sejarah dan Budaya

Sejarah Kebesaran Kerajaan Majapahit dan jejak Soekarno yang pernah tinggal di Kota Mojokerto menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kota Mojokerto terus bersolek meneguhkan diri sebagai kota wisata berbasis Sejarah dan Budaya.

Hampir setiap sudut di Kota Mojokerto mendapat sentuhan Majapahitan mulai dari fasilitas umum, hingga gedung-gedung pemerintahan.

Tidak hanya itu dua sekolah tempat Soekarno mengenyam pendidikan di Kota mojokerto kini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Bahkan saat ini Pemkot Mojokerto tengah membangun Taman Bahari Majapahit (TBM) sebagai ikon wisata baru di Kota Mojokerto yang merupakan pendukung KSPN Mojopahit yang ada di Trowulan.

 

Editor : Aris S



Berita Terkait