Jago Kluruk, Jam Tangan Bagi Tuna Netra Karya Mahasiswa Surabaya

Jago Kluruk, Jam Tangan Bagi Tuna Netra Karya Mahasiswa Surabaya © mili.id

Tegar Prasetiyo, mahasiswa pencipta Jago Kluruk (Foto: Universitas Dinamika for mili.id)

Surabaya - Mahasiswa program studi DKV Universitas Dinamika (STIKOM) Surabaya, Tegar Prasetiyo menciptakan jam tangan tactile khusus tuna netra berbahan dasar limbah kayu.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Tegar mengaku membuat jam tersebut karena ingin membantu para penyandang tuna netra agar bisa mempermudah mereka untuk mengetahui waktu.

Baca juga: Eks Bankir Tipu Nasabah, Deposito Bodong Telan Rp5 Miliar

"Saya melihat produksi jam tangan tactile ini kurang masif, sehingga saya akhirnya memutuskan untuk membuat jam ini agar bisa memudahkan teman-teman tuna netra untuk menunjukkan waktu," ujar Tegar, Senin (29/1/2023).

Berdasarkan observasi yang dilakukannya, jam tangan tuna netra begitu besar, sehingga butuh effort lebih bagi tuna netra untuk menggunakannya.

"Jam tangan tactile ini sudah dikembangkan di negara lain. Namun material yang digunakan tergolong susah dijangkau. Maka dari itu, saya menyederhanakan jam tangan tactile ini dengan teknis yang hampir sama dengan versinya," bebernya.

Tegar menjelaskan bahwa ia menggunakan bahan utama limbah kayu dan kain batik. Kain batik digunakan untuk melapisi tali jam tangan. Sedangkan resin printer yang dihasilkan limbah kayu digunakan pada bodi utama jam tangan tactile ini.

"Saya memodifikasi ulang sedemikian rupa agar konsep jam tangan tactile ini bisa diterapkan dalam karya saya," ujar mahasiswa angkatan 2023 tersebut.

Baca juga: Demo HUT Bhayangkara, Mahasiswa UI Dicegat Polisi Sebelum Tiba di Mabes Polri

Dia menjelaskan, jam tangan tactile karyanya ini diberi nama 'Jago Kluruk' yang memiliki filosofi, ayam jago digunakan sebagai penanda waktu karena pada jam tertentu, ayam jago akan berkokok.

"Biasanya, ayam akan berkokok pada pagi hari sehingga seringkali digunakan sebagai penanda waktu. Dari filosofi ini, maka terbesitlah nama 'Jago Kluruk' ini," ungkap dia.

Tegar bercerita bahwa ia sudah memiliki ide ini sejak di bangku SMA dan baru bisa merealisasikannya sekarang. Ia menghabiskan waktu sekitar enam bulan dalam merancang produk ini.

Saat itu, ia melakukan riset, pengumpulan bahan, dan konsultasi dengan dosen yang membantunya menyelesaikan karyanya.

Baca juga: Sheraton Surabaya Hadirkan School Holiday Edukatif Bersama Gramedia untuk Keluarga

Karya jam tangan tactile berdesain batik ini merupakan salah satu karya inovasi yang dilombakan dalam National Applied Science Project Olympiad (NASPO) yang diselenggarakan di Departemen Aktuaria FSAD ITS Desember 2023.

Lomba ini memiliki beberapa tema tiap kategorinya, dan yang Tegar ikuti adalah Research on Children with Special Needs (riset mengenai anak dengan berkebutuhan khusus).

Dalam kompetisi itu, Tegar berhasil meraih juara dua dan membawa pulang medali perak beserta sertifikat.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait