Jawa Timur

Libur Sekolah Bikin Harga Pangan di Jatim Anjlok, Program MBG Diduga Jadi Pemicunya

Libur Sekolah Bikin Harga Pangan di Jatim Anjlok, Program MBG Diduga Jadi Pemicunya © mili.id

Pasar Induk Surabaya Sidotopo

Mili.id – Masa libur sekolah membawa dampak positif bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan pokok. Sejumlah komoditas pangan di Jawa Timur mengalami penurunan harga cukup signifikan, sementara aktivitas belanja di pasar tradisional justru meningkat karena masyarakat memanfaatkan harga yang lebih murah.

Pedagang pasar tradisional di Surabaya menduga turunnya harga sejumlah bahan pangan berkaitan dengan berhentinya sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Berkurangnya kebutuhan bahan baku untuk program tersebut dinilai ikut menekan permintaan di tingkat pasar.

"Kalau MBG masih libur, permintaan memang tidak sebanyak biasanya. Akibatnya harga beberapa komoditas ikut turun," ujar salah seorang pedagang di Surabaya, Senin(29/06/2026).

Pendapat serupa disampaikan Arifah Munawaroh, salah satu konsumen di Surabaya. Menurutnya, penurunan harga saat ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh liburnya pelaksanaan Program MBG sehingga kebutuhan bahan pangan berkurang.

"Harga sekarang lebih murah dibanding beberapa waktu lalu. Mungkin karena MBG juga sedang libur," katanya.

Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur per Senin (29/6/2026) menunjukkan sejumlah komoditas berada pada harga yang relatif rendah.

Harga telur ayam ras tercatat rata-rata Rp23.678 per kilogram dari laporan 36 kabupaten/kota. Harga tertinggi berada di Kabupaten Lumajang sebesar Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga terendah tercatat di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Sampang yang masing-masing mencapai Rp22.000 per kilogram.

Sementara itu, susu kental manis merek Indomilk kemasan 370 gram memiliki harga rata-rata Rp12.370 per kaleng. Harga tertinggi ditemukan di Kabupaten Lumajang sebesar Rp14.000, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Ponorogo sebesar Rp9.750.

Untuk komoditas cabai merah besar, harga rata-rata Jawa Timur berada di angka Rp31.564 per kilogram. Kabupaten Lumajang mencatat harga tertinggi sebesar Rp50.000 per kilogram, sedangkan Kabupaten Jember menjadi daerah dengan harga terendah, yakni Rp21.400 per kilogram.

Harga daging ayam ras juga mengalami penurunan dengan rata-rata Rp31.407 per kilogram. Kabupaten Pamekasan mencatat harga tertinggi sebesar Rp40.500, sedangkan Kabupaten Situbondo menjadi yang termurah dengan harga Rp24.333 per kilogram.

Komoditas sayuran seperti buncis dijual rata-rata Rp9.697 per kilogram. Harga tertinggi berada di Kota Madiun sebesar Rp14.000, sementara Kota Blitar menjadi daerah dengan harga paling rendah, yakni Rp5.000 per kilogram.

Adapun bawang merah dijual dengan harga rata-rata Rp38.472 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kota Madiun sebesar Rp52.500, sedangkan Kabupaten Jombang menjadi wilayah dengan harga terendah sebesar Rp32.333 per kilogram.

Meski demikian, dugaan bahwa turunnya harga dipengaruhi oleh liburnya Program Makan Bergizi Gratis masih sebatas pandangan pedagang dan konsumen. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah yang menyatakan adanya hubungan langsung antara penghentian sementara program tersebut dengan penurunan harga komoditas pangan di Jawa Timur.

Para pelaku pasar berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil ketika aktivitas sekolah kembali normal dan Program MBG kembali berjalan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga tanpa memberatkan konsumen maupun merugikan petani dan pedagang.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait