Jakarta

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Memanasnya Konflik AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Menguat Dipicu Memanasnya Konflik AS dan Iran © mili.id

Mili.id – Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kenaikan harga dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Baca juga: ESDM Buka Peluang Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Seiring Merosotnya Harga Minyak Dunia

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 0,71 persen menjadi 69,72 dollar AS per barel. Meski menguat, harga WTI masih berada di bawah level 70 dollar AS yang sempat ditembus turun pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, minyak mentah acuan global Brent juga mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen menjadi 72,25 dollar AS per barel.

Penguatan harga minyak turut dipengaruhi laporan tertundanya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Penundaan terjadi setelah Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga: Eks Direktur PT PIS Hadapi Vonis Kasus Korupsi Minyak Mentah Rp285 Triliun

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas di kawasan tersebut. Gangguan keamanan di wilayah itu dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional.

Seorang sumber yang terlibat dalam proses negosiasi menyebut pembahasan dihentikan sementara meski seluruh delegasi masih berada di Swiss dan siap melanjutkan perundingan setelah mendapat persetujuan dari pihak terkait.

Baca juga: Perang AS–Iran Memanas, Ribuan Serangan Dilancarkan dan Harga Minyak Dunia Melonjak

Namun, pemerintah Amerika Serikat membantah kabar bahwa proses negosiasi telah dibatalkan. Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan pembahasan teknis mengenai implementasi nota kesepahaman (MoU) tetap berjalan sesuai agenda dalam beberapa hari mendatang.

Pasar energi global kini terus mencermati perkembangan konflik dan jalannya proses diplomasi karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

Editor : Redaksi



Berita Terkait