Muhammad Hasan, Ketua HMPG Jatim saat memberikan sambutan diacara FGD/Foto:mili:roy
Mili.id - Untuk meningkatkan swa sembada garam nasional, perlu pembangunan infrastruktur dari hulu ke hilir agar kualitas dan kuantitas garam rakyat dapat ditingkatkan.
Begitu disampaikan Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jatim Muhammad Hasan menyikapi impor garam yang dilakukan pemerintah, Senin (20/12).
Baca juga: HMPG Jatim Sayangkan Produk Garam Belum Masuk Regulasi Bapoting
"Jadi yang kita harapkan sebenarnya dengan upaya swa sembada itu ada pengurangan impor, akan tetapi hingga saat ini pemerintah dari tahun ke tahun meningkatkan impor." tukas Alumni Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya tersebut.
Banyaknya impor garam yang dilakukan pemerintah sangat disesalkan pihaknya, maka ke depan ada upaya pemerintah untuk bersama sama menyesuaikan impor garam dengan melihat sektor kebutuhan nasional.
"Harus menyesuaikan dengan kebutuhan nasioanal bukan sebuah keinginan." sergahnya.
Sehingga urai dia, dapat mempengaruhi produktivitas garam nasional yang berdampak pada anjloknya harga dan stagnasi nya penyerapan.
"Selama ini yang terjadi akibat dampak impor over kuota dan segala macamnya itu." ketus Hasan.
Untuk itu, ia memandang perlu mengukur kemampuan atau menyesuaikan kapasitas produksi terpasang pada perusahaan.
Dan pemerintah diimbau tidak memberikan kuota ke sejumlah perusahaan apabila tidak sesuai dengan kapasitas produksi terpasang tersebut
"Jadi adanya kuota yang diberikan oleh pemerintah terhadap beberapa perusahaan yang terlalu over menyebabkan indikasi rembesan yang menyebabkan pengaruh terhadap keseimbangan harga." beber Hasan
Maka ia menilai perlu ada pengendalian dan pengawasan dengan membentuk satgas khusus garam dalam melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi.
"Dengan demikian, distribusi yang diperoleh dari impor maupun distribusi garam dalam negeri itu bisa terukur dan terawasi." tandasnya.
Editor : Redaksi
