Siswi SD di Lamongan Meninggal Diduga Usai Didorong Teman Sekolah, Ibu Lapor Polisi

Siswi SD di Lamongan Meninggal Diduga Usai Didorong Teman Sekolah, Ibu Lapor Polisi © mili.id

Korban ketika menjalani perawatan di rumah sakit (Foto: Ist)

Surabaya - Siswi kelas 6 SD di Lamongan meninggal dunia, dengan diagnosa organ pankreas robek.

Siswi berinisial AR (12) asal Karanggeneng, Lamongan itu dilaporkan meninggal pada Senin, 11 Maret 2024 lalu.

Baca juga: KPK Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Organ pankreasnya robek, diduga akibat didorong temannya di sekolah, pada Senin (19/2/2024) lalu.

Ibu kandung korban, Chresa Sulistiana melapor ke polisi, setelah putrinya itu meninggal. Dia berharap, pihak-pihak yang bersangkutan bertanggungjawab.

"Harapan saya untuk mendapat keadilan. Apakah di sekolah dibenarkan bullying begitu," ungkap Chresa saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2024) petang.

"Anak saya posisinya menghindari temennya itu, karena tidak mau diajak bercanda. Dia lari, habis itu didorong dan jatuh, ulu hatinya kena benturan undak undakan (lantai bertingkat), pinggiran ubin," beber dia.

Baca juga: Koperasi Merah Putih Diserbu Warga, Omzet Harian di Lamongan Tembus Jutaan Rupiah

Chresa menceritakan, putrinya dua kali dirawat di rumah sakit sebelum meninggal. Putrinya menderita sesak nafas, kesulitan buang air kecil hingga BAB terus-menerus.

"Pankreasnya pecah akibat kena benturan. Pecah itu ada cairannya ke mana-mana di lambung. Lambung itu telah mengeluarkan cairan berwarna hijau," paparnya.

Setelah ada hasil CT scan dan hasil rontgen, lanjut Chresa, saat 17 hari dirujuk ke RSU dr. Soetomo Surabaya korban menghembuskan napas terakhir.

Baca juga: Usai Rilis Curanmor, Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman Kembali Bongkar 53 Aksi Pencurian Diesel, Barang Bukti Dikembalikan ke Warga

"Meninggalnya tanggal 11 Maret dirawat di RSUD dr. Soetomo, pada awal ramadan jam 19.22 WIB," tambahnya.

Sementara Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Andi Nur Cahya membenarkan laporan tersebut. Katanya, tim Satreskrim masih melakukan penyelidikan.

"Masih dilidik dan pemeriksaan saksi saksi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait