Panwascam di Kota Mojokerto Dilantik, Mas Pj Dorong Profesional dan Jaga Netralitas

Panwascam di Kota Mojokerto Dilantik, Mas Pj Dorong Profesional dan Jaga Netralitas © mili.id

Pelantikan Panwascam di Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - 9 orang dilantik menjadi panwascam Pilkada 2024 di Kota Mojokerto, Jumat (24/5/2024).

Pelantikan ini turut dihadiri Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro (Mas Pj).

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Dalam sambutannya, Mas Pj mendorong agar anggota Panwascam yang dilantik profesional dan menjaga netralitas dalam menjalankan tugasnya.

"Ketika sudah memahami core business, maka berikutnya harus diterapkan core values sebagai Panwascam. Yaitu Anda harus profesional, berintegritas, dan netral," tutur Mas Pj.

Dia berharap agar Panwascam bisa bekerja dengan semangat kolaboratif, yaitu mewujudkan pendekatan pentahelix, dengan turut melibatkan berbagai pigak, seperti rekan media, akademisi, dan stakeholder.

"Saat ini tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus sinergi untuk mewujudkan pemilu, dengan iklim demokratis dan integritas. Sehingga dapat dilahirkan pemimpin yang legitimate sah," imbuhnya.

Pelantikan Panwascam di Kota MojokertoPelantikan Panwascam di Kota Mojokerto

Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar

Sementara Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati mengaku bakal mengoptimalisasi peran pengawas hingga ke tingkat bawah. Lantaran, 8 dari 9 anggota Panwascam Pilkada 2024 ini merupakan wajah baru.

"Otimalisasi kami mulai dari peningkatan kapasitas SDM yang dipercepat. Jadi tidak dalam belajar lagi, tapi memang harus lari untuk mengejar ketertinggalan bagi yang belum ada background pengawas kecamatan," terang Dian.

Meski demikian, ia meyakini panwascam ini dapat segera bekerja melakukan pengawasan. Hal ini mengingat 3 dari 9 panwascam tersebut adalah staf kantor kecamatan.

Sementara sisanya memiliki background sebagai penyelenggara pemilu, meskipun di tingkat KPPS atau PTPS. Sehingga 8 orang ini bukan sama sekali baru dalam penyelenggaraan pemilu.

Baca juga: Dari Panggung Gus Yuk 2026, Kota Mojokerto Titipkan Misi Promosi Pariwisata ke Generasi Muda

Dian menambahkan, Bawaslu akan aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan partisipatif secara massif untuk mencegah poltiki uang dalam Pilkada 2024.

"Hanya 9 yang mengawasi DPT 104.629 jiwa dan itu butuh partisipasi masyarakat. Harapannya untuk laporan-laporan terkait money politic juga masuk ke kami, sekaligus bisa melakukan proses penindakan," bebernya.

"Tapi seperti yang saya ungkapkan dan Pak Pj juga menyampaikan, mekanisme kita pendekatan pencegahan," pungkas Dian.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait