Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch 4 Digelar, Usung Konsep Glow in The Dark

Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch 4 Digelar, Usung Konsep Glow in The Dark © mili.id

Panitia Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch 4 (Foto-foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch Ke-4 bakal digelar di GOR Tenis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Agustus 2024.

Kejuaraan ini akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama akan dimulai pukul 07.00-10.00 WIB. Sedangkan, sesi kedua, dimulai pukul 15.00-22.00 WIB, dan terbuka untuk umum.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

Panitia Acara Melon Cup, Wulan Anggraini mengatakan, kali ini pihaknya akan menyuguhkan konsep Glow in The Dark, dalam kejuaraan piala bergilir yang digelar setiap tahunnya ini.

"Kita setiap tahun berusaha memberikan suasana baru. Tahun ini kita bikin turnamen itu namanya Glow in The Dark. Jadi kita akan membuat tenis, di mana nuansanya itu dengan remang-remang," ungkap Wulan dalam technical meeting, Selasa (13/8/2024).

Menurut Wulan, biasanya Melon Cup diselenggarakan di bulan September-Oktober. Namun kali ini dilaksanakan pada Agustus, sekaligus untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-79.

Sementara terkait pemilihan GOR Tenis Unesa sebagai venue Melon Cup Batch 4, menurut Wulan tempat ini memiliki standar internasional, sekaligus posisi yang strategis.

"Kenapa Unesa? Karena standar internasional. Kemarin sudah dipakai Asean Games dan satu satunya lapangan dengan akses terbaik, dan dirasa paling mumpuni," terang dia.

Panitia Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch 4Panitia Kejuaraan Tenis Melon Cup Batch 4

Jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut tiap tahunnya selalu bertambah. Kali ini, lanjut Wulan, total ada 208 peserta yang akan memperebutkan piala bergilir tersebut.

"Total 140 couple (pasangan), 208 peserta. Semua peserta dari Surabaya, ada juga yang dari Tulungagung dan Malang," lanjutnya.

Ada 5 kategori dalam kejuaraan tersebut, yaitu Baby Melon yang diperuntukkan bagi pemula, yang baru latihan tenis kurang lebih 6 bulan lamanya.

Lalu ada Mini Melon. Ini untuk kelas beginner yang telah bermain tenis dalam kurun waktu satu tahun. Kemudian ada kategori Cantaloupe, yang diperuntukkan peserta yang telah bermain tenis satu tahun lebih.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Ada juga GMO Melon. Kategori ini dikhususkan bagi peserta yang sudah bermain tenis selama kurang lebih dua tahun. Kategori tersebut merupakan tertinggi di kelasnya.

Sedangkan yang terakhir ada kategori Melon Pan. Kategori tersebut merupakan pasangan antara ibu dan anak. Pada Tahun 2023 lalu, Melon Pan ini diperuntukkan bagi pasangan suami istri.

Sementara juara Melon Cup Batch 3, Gaby menjelaskan, tahun lalu ia juara dalam kelas Cantaloupe. Kali ini ia naik kelas dan akan bermain di kategori GMO Melon.

"Memang ada sedikit khawatir. Takut karena tahun lalu masih ada di level yang belum advance (Cantaloupe). Tapi tahun ini dinaikkan levelnya (GMO Melon), jelas lawannya semakin berat," ungkapnya.

Untuk meraih posisi sebagai juara bertahan, Gaby sebelumnya sudah rutin melakukan latihan hingga sparing dengan pemain tenis lain, untuk menyambut turnamen yang ia tunggu-tunggu ini.

"Persiapannya, mulai latihan-latihan, banyak sparing. Menurut saya ini turnamen yang ditunggu-tunggu di Surabaya, dengan antusias yang semakin tinggi. Targetnya masuk final," tegas dia.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Sedangkan, salah satu peserta baru yang bermain di kelas Cantaloupe, Linda mengaku tertarik mengikuti Melon Cup Batch 4 untuk melatih mentalnya.

"Ingin melatih mental, ketemu komunitas baru biar nambah pengalaman dan ilmu. Seminggu latihan 2-3 kali, banyak sparing sama teman-teman yang masuk dalam kategori sama, supaya nanti kalau ketemu tidak kaget. Saya daftar kategori mini tapi dinaikkan ke kategori Cantaloupe," ucapnya.

Dekan FIKK Unesa, Dwi Cahyo Kartiko mendukung penuh kejuaraan ini. Mulai dari technical meeting hingga pertandingan berlangsung, sejak kejuaraan di tahun sebelumnya.

"Unesa support semua kegiatan di sini. Ini bekerja sama dengan Melon Cup yang diinisiasi Cece Melisa. Harapannya tiap tahun ada di kami, ini sudah keempat kalinya," paparnya.

"Melon Cup ini sifatnya komunitas, rata-rata pemainnya sudah beranak, mereka-mereka yang sudah berkeluarga. Ini komunitas yang harus kami support," sambung Dwi Cahyo.

Sebagai informasi, setiap peserta nantinya akan mendapat buah melon di akhir pertandingan. Buah melon merupakan bentuk apresiasi bagi mental para peserta tenis yang dinilai sudah satu langkah lebih maju, dengan berani bermain di turnamen Melon Cup.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait