Aiptu Yuli Muji Lestari bersama 4 polwan se Indonesia (deretan kiri) mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Polwan Berprestasi (Foto: Ist)
Surabaya - Prestasi membanggakan diukir Aiptu Yuli Muji Lestari, Penyidik Banit Subnit I Unitidik VI Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Aiptu Yuli mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta pada Kamis (3/10/2024).
Baca juga: Tangis Janda Bongkar Dugaan Pungli Sewa Lahan Aset Pemkot, Camat Mulyorejo Ultimatum LPMK Kalijudan
Penghargaan itu diberikan kepada 5 Polwan Berprestasi se Indonesia, salah satunya Aiptu Yuli, dalam perayaan Hari Jadi Ke-76 Polwan.
Proses untuk meraih penghargaan ini tidaklah mudah dan diperlukan kesungguhan hati.
Selama mengemban tugas sebagai penyidik, Aiptu Yuli tidak pernah melakukan pelanggaran dalam hal penyidikan.
Hal itu juga ia wujudkan ketika secara pribadi menjadi Polwan, ia sama sekali tak pernah cacat dan melakukan pelanggaran apapun sebagai anggota Korps Bhayangkara.
Dengan bekal kinerjanya yang jujur itu, ia kemudian mengajukan portofolio tentang pengalamannya dalam menangani kasus kekerasan berbasis gender, yang ia ajukan ke Polda Jatim.
Kemudian, dia dinyatakan lolos kualifikasi ketat tersebut dan maju mewakili Polda Jatim untuk meraih penghargaan langsung dari Kapolri.
Aiptu Yuli Muji Lestari bersama 4 polwan se Indonesia mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Polwan Berprestasi
Selain itu, pada Tahun 2008, Aiptu Yuli juga pernah mendapat reward karena timnya berhasil melakukan pengungkapan kasus perdagangan orang (human trafficking).
Lalu, penghargaan Polwan Berprestasi dari Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024, juga berhasil ia raih.
Penghargaan ini tentunya tidak dapat diraih Aiptu Yuli sendiri tanpa bimbingan Kapolrestabes Surabaya, Kasat Reskrim AKBP Aris Purwanto, Kanit PPA Rina Shanty Nainggolan dan pembinanya dari Polda Jatim, Kompol Ruth Yeni.
Juga bimbingan AKBP Sudarti juga turut berkontribusi baginya, yang telah menjadikan sebagai penyidik Polwan tak pernah melakukan pelanggaran apapun dalam penyidikan maupun pribadi.
Baca juga: Dugaan Pungli Kalijudan Meluas, Pedagang Bongkar Dugaan Sewa Lahan Aset
Perjalanan Karir Aiptu Yuli
Yuli sebagai Polwan dimulai ketika ia lulus SMA pada Tahun 1998. Tahun pertama sebagai Polwan, Yuli didapuk sebagai personel Polwiltabes Surabaya.
Dia ditugasi menjadi anggota Satsabhara. Hanya setahun, perempuan kelahiran 1979 tersebut kemudian pindah ke Unit Jatanras.
Yuli menjadi Penyidik PPA sejak 2001, tiga tahun setelah dirinya berseragam polisi.
Dengan masa waktu tersebut, Yuli tercatat sebagai penyidik terlama di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, yaitu pengabdian 23 tahun.
Aiptu Yuli
Pada awal-awal menjadi Penyidik PPA, Yuli berhadapan dengan kasus-kasus pencabulan.
Salah satu yang membuatnya sangat emosional ialah penanganan kasus persetubuhan dua anak kembar yang dilakukan sang ayah, medio 2002 silam.
Apresiasi Kapolri untuk Polwan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada para Polwan berprestasi, yang senantiasa melaksanakan kegiatan untuk masyarakat.
Hal itu diutarakan saat menghadiri perayaan peringatan Hari Jadi Ke-76 Polisi Wanita Republik Indonesia.
"Yang pertama, saya tentunya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai macam prestasi yang telah ditorehkan oleh jajaran Polwan, yang tadi disampaikan di dalam rangkaian hari jadi yang ke-76 ini banyak sekali kegiatan-kegiatan, yang tentunya kita harapkan, bersentuhan turun ke lapangan, bertemu dengan masyarakat," ujar Kapolri, Kamis (3/10/24).
"Polwan semakin eksis, dan semakin dicintai dan dekat dengan masyarakat," sambung Kapolri.
Editor : Narendra Bakrie
