Reporter mili.id melihat proses produksi batik tulis di Rembang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu (Foto: Dok. mili.id)
mili.id - Batik bukan sekadar kain. Namun telah menjadi simbol budaya yang kaya dan warisan leluhur Indonesia.
Di balik motif dan coraknya yang indah, batik menyimpan cerita dan makna mendalam.
Baca juga: Haidar Nejad Kenalkan Kampoeng Djahdoel Batik Semarang ke HIPMI PT ITB
Batik sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Nusantara. Awalnya, batik digunakan oleh kalangan bangsawan, namun seiring waktu, seni ini menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.
Uniknya, setiap daerah memiliki ciri khas motif dan teknik pembuatannya, yang mencerminkan budaya lokal.
Setiap motif batik bukan hanya sekadar desain. Ia membawa makna filosofis. Misalnya, motif parang yang melambangkan kekuatan dan keabadian.
Baca juga: Diplomasi Sunyi Berbuah Nyata, RI Tambah 127 Hektare Wilayah dari Malaysia di Pulau Sebatik
Ada juga motif kawung yang mencerminkan kebersihan dan kejujuran. Dengan mengenakan batik, kita juga menghargai nilai-nilai tersebut.
Batik juga telah diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO sejak 2009. Ini menunjukkan betapa pentingnya batik bagi identitas bangsa Indonesia.
Sebagai generasi muda, kita punya tanggungjawab untuk melestarikan batik. Salah satu caranya adalah dengan mengenakan batik di berbagai kesempatan.
Batik merupakan warisan leluhur yang patut kita jaga dan lestarikan. Dengan memahami sejarah, makna, dan perkembangan batik, kita bisa lebih menghargai seni yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.
Ayo, jadikan batik sebagai pilihan fashion dan bagian dari kehidupan sehari-hari kita!
Editor : Narendra Bakrie
