Penjelasan Polisi Soal Ribut-ribut di Depan SMA Gloria 2 Surabaya

Penjelasan Polisi Soal Ribut-ribut di Depan SMA Gloria 2 Surabaya © mili.id

Suasana di depan SMAK Gloria 2 Surabaya (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Polisi membeberkan ihwal keributan yang terjadi di depan SMAK Gloria 2 Surabaya.

Kapolsek Mulyorejo, Kompol Aspul Bakti menyebut bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (21/10/2024) sore.

Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya

"Untuk kejadian penganiayaan di SMA Gloria (SMAK Gloria 2) nggak ada. Memang ada percekcokan siswa di medsos, tapi sudah diselesaikan dengan pihak sekolah dan para orangtua. Untuk perkelahian fisik nggak ada," terang Aspul Bakti ketika dikonfirmasi mili.id, Selasa (22/10/2024).

Soal kabar yang tersebar di media sosial (medsos) bahwa ada dugaan penganiayaan dalam keributan itu, Aspul Bakti membantahnya.

"Tidak ada (penganiayaan) mas. Tadi sudah saya cek langsung dengan guru Gloria (SMAK Gloria 2 Surabaya)," tegasnya.

Soal pemicu keributan, Aspul Bakti mengatakan bermula dari kesalahpahaman.

"Motifnya kalau nggak salah pertandingan basket atau apa itu. Jadi di medsos saling ejek," bebernya.

Aspul Bakti juga menyebut bahwa kesalahpahaman yang terjadi sudah selesai.

"Betul. Clear," tandasnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

Sementara informasi yang dihimpun mili.id, ribut-ribut itu terjadi ketika orangtua salah satu siswa SMAK Gloria 2 Surabaya didatangi orangtua salah satu siswa SMA Cita Hati.

Ribut-ribut terjadi, diduga karena kesalahpahaman yang terjadi saat pertandingan basket di salah satu mal di Surabaya, yang kemudian berlanjut di media sosial.

Tim mili.id melakukan penelusuran di SMAK Gloria 2 Surabaya dan ditemui salah satu satpam sekolah.

"Benar mas, kejadiannya kemarin sore di depan sekolah. Waktu itu bukan saya yang piket. Informasi yang saya dapatkan, kejadian salah paham saja antara siswa dari sekolah Cita Hati dan sekolah sini (SMAK Gloria 2)," ungkap sang satpam sambil menunjukkan lokasi keributan kepada mili.id, Selasa (22/10/2024).

Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day

Menurut satpam ini, ketika kejadian, banyak sekuriti perumahan dan beberapa polisi berdatangan ikut melerai.

"Kemarin saat kejadian, banyak sekuriti perumahan yang datang ikut melerai dibantu sama polisi. Saya tidak tahu apa masalahnya, katanya salah paham. Untuk lebih jelasnya bisa ke sini sore aja mas, menemui sekuriti yang shift sore," tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait