Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ahmad Rudy Zaeny mendengarkan keterangan tersangka TK (39), warga Driyorejo, Kabupaten Gresik. (Foto:Nana/mili.id)
Mojokerto - Polisi mengamankan seorang suami asal Driyorejo, Gresik yang menjual istrinya sendiri. Sang istri IT (29) dijual lewat media sosial Facebook ke pria hidung belang untuk melayani berhubungan intim bertiga atau threesome.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ahmad Rudy Zaeny menjelaskan, tersangka TK (39), warga Driyorejo, Kabupaten Gresik ditangkap disalah satu hotel di Kota Mojokerto, Minggu (4/11/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
"Modusnya, tersangka ini membuka layanan threesome secara online lewat akun Facebook, dan menawarkannya di situ," ujar Rudi pada mili.id, Selasa (5/11/2024).
Terungkapnya kasus suami jual istri itu bermula dari patroli siber yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto Kota.
Dari informasi awal di media sosial itu, selanjutnya polisi melakukan proses penyelidikan mendalam, hingga akhirnya bisa membongkar kasus suami jual istri tersebut.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
"Tersangka kami gerebek saat di dalam kamar hotel bersama istri dan seorang laki-laki, masih dalam kondisi tanpa busana yang ditutupi selimut," imbuh Rudi.
Rudi menambahkan, tersangka TK menjajakan IN dalam layanan seks bertiga dengan tarif Rp 1,5 juta untuk sekali kencan. Hanya saja, ada uang muka yang harus dibayar sebesar Rp 150.000 untuk transportasi menuju tempat yang disepakati.
Sementara, tersangka TK yang menrupakan bapak dua anak ini mengaku yidak ada unsur paksaan, karena istrinya sepakat melakukan hal itu sejak setahun terakhir.
Ayah dua anak ini berdalih sudah tak bisa bekerja memenuhi nafkah sebagai kepala keluarga.
Lantaran, menderita sakit liver dan paru-paru."Satu tahun lalu sudah divonos sakit. Sakit liver sama paru-paru jadi kalau kerja berat gak mampu," pungkasnya.
Editor : Aris S
