Pengakuan Pria Pembunuh 2 Orang Ibu dan Anak di Surabaya

Pengakuan Pria Pembunuh 2 Orang Ibu dan Anak di Surabaya © mili.id

Tersangka Andy di Mapolsek Sukolilo (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Pria yang membunuh dua orang, ibu dan anak di Surabaya memberikan pengakuannya.

Pelaku adalah Andy Surotrinoto (72). Sedangkan ibu dan anak yang dibunuhnya bernama Sundari Hartatik (62) dan Chyntia Kartika (34). Kedua korban adalah adik kandung dan keponakan pelaku.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Pembunuhan terjadi di rumah orangtua pelaku dan korban, di Jalan Putat Indah Timur I, Sukomanunggal, Surabaya pada Kamis (14/11/2024) malam.

Selain soal warisan, pelaku mengaku selama ini menyimpan sakit hati terhadap Sundari, adiknya.

Selepas orangtua mereka meninggal, rumah yang berada di Jalan Putat Indah Timur I itu ditinggali adiknya beserta keluarga.

"Yang tinggal di sana itu saya sama dia di TKP. Saya lebih lama dari dia. Dia dulu tinggalnya di Lebak Arum, lalu dia tinggal di sana (TKP) ngajak mantunya," tutur Andy di Mapolsek Sukomanunggal, Sabtu (16/11/2024).

Andy mengaku diusir dari rumah itu oleh Sundari, pada akhir 2020. Selain itu, korban Sundari kerap mengejek dirinya yang pengangguran, bahkan dikatakan orang gila.

"Mangkel (sakit hati) dikatain tidak-tidak, diejek. Saya minta surat keterangan rumah orangtua, ya gak dikasih. Malah bilang 'kamu cari di Kenjeran, cario mbokmu sudah mati'. Kan (abu ibu) dilarung," ungkap Andy.

Akibat sakit hati bertahun-tahun yang telah terakumulasi itu, ia kemudian nekat merencanakan pembunuhan. Ia kemudian membeli pisau baru, untuk menghabisi nyawa Sundari.

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

"Kalau pisau beli di DTC, gak sampai Rp100 ribu. Bukan soal kompensasi. Yang dikasih dia cuma Rp100 juta, bukan Rp200 juta. Dia bilang dicicil," tandasnya.

Pembunuhan berawal ketika kedua korban bertemu pelaku Andy di rumah Jalan Putat Indah Timur I, Surabaya itu.

"Pisau sudah disiapkan sebelum korban datang. Pisau beli di DTC. Kedua korban ini kemudian didudukkan oleh tersangka," jelas Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik.

Tidak ada pembicaraan apapun. Tersangka Andy langsung melukai leher Sundari di hadapan Kartika.

Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir

"CK (Chyntia Kartika) ini sebagai putrinya korban berusaha melerai. Tapi AS (Andy Surotrinoto) langsung berganti menyerang CK. Kedua korban keadaannya kritis di TKP," beber Rofik.

Sundari menderita luka di leher dengan kedalaman luka kurang lebih 10 sentimeter. Sementara Kartika menderita 8 luka tusuk di bagian kepala, dada dan tangan.

"SH (Sundari Hartatik) kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mitra keluarga untuk pertolongan, dan CK dibawa ke Rumah Sakit Mayapada. Namun nyawa keduanya tidak tertolong," lanjutnya.

Pelaku Andy diamankan di TKP, setelah salah satu warga melapor ke Command Center 112, dilanjutkan ke Polsek Sukomanunggal.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait