Ilustrasi (Image by Freepik)
mili.id - Cuaca ekstrem diprediksi terjadi saat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem itu.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah Jatim Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir
Peningkatan curah hujan sebesar 20 persen diperkirakan akan melanda sejumlah daerah.
"Cuaca ekstrem diprediksi dapat berlangsung hingga Maret-April 2025, dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang dapat meningkatkan curah hujan," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam situs resmi BMKG, Senin (9/12/2024).
Dwikorita mengatakan, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi cold surge dari Asia (Siberia) yang bergerak menuju wilayah barat Indonesia juga diperkirakan akan aktif selama periode Nataru kali ini.
"Kedua fenomena ini memiliki potensi untuk meningkatkan intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia, meskipun skala dan dampaknya masih perlu dipantau lebih lanjut," jelasnya.
Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diperkirakan sekitar 110,67 juta orang akan melakukan perjalanan selama musim libur Nataru 2024/2025.
"Mayoritas akan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor, yang membuat mereka sangat rentan terhadap cuaca ekstrem selama perjalanan," katanya.
BMKG terus memantau kondisi ini dengan cermat dan menyampaikan informasi terbaru untuk mendukung langkah antisipatif serta mengurangi risiko di lapangan.
Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien dan Pengunjung RS Samaritan Dievakuasi ke Area Terbuka
Peringatan dini cuaca akan disampaikan setiap pekan dan diperbarui tiga hari sebelum kejadian, hingga tiga jam sebelum cuaca ekstrem terjadi.
BMKG juga menyediakan aplikasi mobile dengan fitur Digital Weather for Traffic (DWT) yang memungkinkan pelaku perjalanan untuk mengecek informasi cuaca di jalur mudik.
"Pengguna dapat mengakses informasi peringatan dini, cuaca jalur darat, cuaca rute perjalanan, cuaca bandar udara, cuaca pelabuhan, cuaca penyeberangan, hingga informasi penerbangan dan gelombang," pungkas Dwikorita.
Editor : Narendra Bakrie
