Kasus PMK Meningkat, 6 Pasar Hewan di Mojokerto Ditutup

Kasus PMK Meningkat, 6 Pasar Hewan di Mojokerto Ditutup © mili.id

Penyuntikan vaksin ke hewan ternak. (Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Sebanyak 6 pasar hewan di Mojokerto ditutup selama sepekan. Hal ini untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) di Mojokerrto yang terus meningkat.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah menyebutkan, penutupan pasar hewan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Menteri Pertanian untuk mencegah dan mengendalikan kasus PMK.

Lantaran, pasar hewan menjadi salah satu tempat penularan PMK. “Penutuapan pasar hewan di Kabupaten Mojokerto selama 14 hari, mulai 15 sampai 28 Januari 2025,” ujarnya, Kamis (16/1/2025).

Ke enam pasar hewan itu ada di Desa Pandanarum, Ngerame, Pohjejer, Mojodadi, Berat Kulon dan Karangdieng.

“Selama penutupan kita laksanakan disinfektan dengan bantuan dari BPBD Kabupaten Mojokerto. Untuk hari ini kita mulai dengan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Pandanarum dan Ngerame,” ujarnya.

Data dari Disperta Kabupaten Mojokerto, jumlah sapi terpapar PMK mencapai 357 per 16 Januari 2025. Dari jumlah tersebut, 18 ekor mati, 14 ekor dipotong paksa, 302 ekor sembuh dan 17 ekor masih sakit.

“Saat ini yang tertular ada 357 ekor dan ada 302 ekor yang sembuh,” ujar Tutik.

Masih kata Tutik, diawal tahun 2025 ini Kabupaten Mojokerto mendapat alokasi 3500 dosis vaksin dari pemerintah pusat. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap di 18 kecamatan.

“Bulan Januari kita mempunyai target 3500 dosis yang harus diberikan,” pungkas Tutik.

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

Editor : Achmad S



Berita Terkait