Makam di tanggul Sungai Brantas Mojokerto (Foto: Istimewa)
Mojokerto, mili.id - Misteri makam di tanggul Sungai Brantas Mojokerto hingga kini belum terkuak.
Makam yang berada di depan Masjid Baitur Rachman Pabrik Gula Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu cukup menyedot perhatian.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Jasad siapa yang dimakamkan di sana, masih menjadi misteri.
Pemerhati sejarah Mojokerto, Firitri pernah membahas dalam sebuah artikel berjudul 'Makam Bertingkat di Tanggul Brantas Gedeg'.
Dalam artikelnya, dia menyebut banyak orang percaya jika makam tersebut merupakan makam Joko Sambang.
Namun, ia mempertanyakan hal tersebut. Sebab makam yang dipercayai sebagai makam Joko Sambang tidak hanya satu.
"Joko Sambang yang mana? Jelasnya makam ini bukan makam satu orang saja. Bahkan awalnya bukan makam orang," beber Firitri dikutip Selasa (21/1/2025).
Ia mengutarakan pendapatnya, di mana ada 5 makam yang dipercayai makam Joko Sambang. Yakni di Pasuruan, lalu di Mlirip, Gedeg, Kesamben Mojokerto, dan Jalan Joko Sambang, Kota Mojokerto.
Ia menceritakan, Joko Sambang di Kota Mojokerto itu diceritakan pernah mencalonkan diri sebagai bupati Japan.
Hanya saja, ketika terjadi perang saudara, dia terbunuh di rawa-rawa. Joko Sambang pun dimakamkan di daerah rawa-rawa.
"Kalau iya dan benar, dapat diambil kesimpulan kejadiannya sebelum tahun 1800-an, karena daerah ini masih berupa rawa bantaran Sungai Brantas yang lebarnya sekitar 3 kilometer," ungkap Firitri.
Sementara Joko Sambang di Pasuruan diceritakan sebagai anak Lurah Bintoro. Semasa hidupnya, Joko Sambang berjuang menentang penjajahan pembangunan Kali Porong dan mati di sana.
"Tapi ada pula yang mengatakan ke Mojokerto dan berjuang anti kerja rodi membangun mengurug Sungai Brantas dan mati di sini," imbuh wanita yang juga ASN di Lingkungan Pemkab Mojokerto ini.
Kembali ke makam di Tanggul Brantas. Firitri menjelaskan, semula bangunan tersebut bukanlah sebuah makam.
Pada awal Tahun 1800-an, kata dia, Sungai Brantas diuruk sisi kiri dan kanannya untuk disempitkan.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
Awalnya Sungai Bantas memiliki lebar 3 kilometer, kini menjadi sekitar 100 meter.
Pengurukan Sungai Brantas itu melibatkan banyak pekerja rodi. Sebab saat itu Indonesia masih dijajah kolonial.
Saat pengerjaan itulah, para pekerjaan zaman dulu menanam cok bakal atau disebut sesajen sebagai panangkal bala. Cok bakal ini ditanam untuk tetenger.
"Zaman dulu selalu menanam cok bakal dan tumbal untuk keselamatan dan dikubur sebagai tetenger (penanda). Setelah ditanam, eh dikeramatkan dan dibuat seperti makam," imbuhnya.
Lambat laun, tanggul beberapa kali ditinggikan. Tetapi, urukan cok bakal tetap dibuat lagi layaknya makam.
Pada suatu ketika, ada seorang tenggelam di Ploso, Jombang. Jenazahnya ditemukan di wilayah Gedeg.
Karena tak ingin ribet, pihak pemerintah desa menguburkan jenazahnya di makam tersebut.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Inilah perubahan status dari makam menjadi makam (dalam arti semestinya)," tandasnya.
Kemudian, tanggul ditinggikan lagi. Seiring berjalannya waktu ada dua jenazah misterius (tanpa identitas) yang dimakamkan di situ.
Firitri menyebut, jenazah misterius itu merupakan korban penembakan petrus zama orba.
"Kepala daerah dan kepala wilayah waktu itu pusing. Karena banyak mayat yang dibuang di pinggir jalan. Kepala wilayah menjadi penanggungjawab merawat mayat dan memakamkannya," paparnya.
"Anggaran dari pemerintah merawat mayat ini hanya Rp2.500, sedangkan biaya untuk merawat mayat hingga memakamkan Rp5000. Bisa tekor dan uang belanja katut (ikut)," imbuh Firitri.
Penemuan mayat misterius di sekitar tanggul Sungai Brantas terus berulang. Lagi-lagi dikuburkan di makam tersebut.
"Jadi seperti ini ceritanya. Bukan Joko Sambang kalau menurut saya. Kalau nggak, menurut saya, ya masa saya harus memaksa untuk menuruti menurut saya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
