Update Puting Beliung Pasuruan, 112 Rumah di 2 Kecamatan Rusak

Update Puting Beliung Pasuruan, 112 Rumah di 2 Kecamatan Rusak © mili.id

Warga Pasuruan memperbaiki rumahnya yang rusak akibat puting beliung (Foto: Ist)

Pasuruan, mili.id - BPBD membeberkan update terbaru dampak puting beliung di Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, terdapat 112 rumah rusak akibat puting beliung yang terjadi pada Minggu (19/1/2025) lalu.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Pasuruan Bongkar Peredaran Sabu, Tiga Pengedar Dibekuk dalam Waktu Lima Hari PASURUA

Ratusan rumah yang rusak itu berada di wilayah Kecamatan Lekok dan Nguling.

Di Kecamatan Nguling, tercatat 74 rumah terdampak, yaitu di Desa Mlaten dan Kedawang. Sedangkan di Kecamatan Lekok ada 38 rumah, di Desa Jatirejo, Semedusari, Tambaklekok dan Wates.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, ratusan rumah warga rusak, seluruhnya dalam kategori ringan sampai sedang.

Namun ada juga beberapa bangunan seperti toko dan pos penjagaan di Kecamatan Lekok yang rusak berat, lantaran kondisi bangunan bukan permanen.

Baca juga: Polres Pasuruan Ukir Prestasi di Polda Jatim, Juara II Tertib Administrasi Pelaporan DORS Dan Ungkap Kasus

"Kalau yang di Nguling, seluruhnya permukiman warga. Ada satu atau dua toko, tapi ya jadi satu dengan rumah warga. Tapi kalau di Lekok ada pos jaga dan toko yang rusak berat," ungkap Sugeng, Selasa (21/12025).

Sebagian warga di Kecamatan Nguling yang memang berpofesi sebagai tukang bangunan gerak cepat melakukan perbaikan secara pribadi.

Namun meski sebagian warga telah memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak, Pemkab Pasuruan tetap memberikan bantuan kedaruratan kepada semua warga terdampak. Plus bantuan rehab dari perusahaan terdekat.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Pasuruan: Jangan Lakukan Pelanggaran yang Turunkan Kepercayaan Masyarakat

Sugeng mengimbau kepada masyarakat untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometrologi seperti saat ini.

"Kami yakin masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometrologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait