Dapur SPPG Berkapasitas 3.000 Porsi MBG Dibangun di Mojokerto

Dapur SPPG Berkapasitas 3.000 Porsi MBG Dibangun di Mojokerto © mili.id

Peletakan batu pertama pembangunan Dapur SPPG untuk MBG di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkapasitas 3.000 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dibangun di Kabupaten Mojokerto.

Dapur SPPG MBG ini dibangun di wilayah Kecamatan Kutorejo. Tujuannya untuk memperlancar MBG bagi santri dan pelajar di Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Kejagung Tetapkan Brigjen Polisi Aktif sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG

Peletakan batu pertama dilakukan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Bangsa Semarang Letnan Jenderal Purn. Bibit Waluyo bersama Forkopimda Mojokerto di Pondok Pesantren (Ponpes) Teknologi Alhidayah, Desa Wonodadi.

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Muhammad Rizal Oktavian, Dandim 0815 Letnan Kolonel Inf Rully Noriza, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto. Lalu Ketua Yayasan Bina Bangsa Semarang Hadi Pranoto dan pengasuh ponpes Nyai Hj. Jauharoh.

"Pembangunan dapur lapangan ini dalam rangka menyukseskan cita-cita Pak Prabowo mengentaskan kemiskinan dan stunting untuk menghadapi Indonesia Emas 2045," ujar Letnan Jenderal Purn. Bibit Waluyo, Kamis (6/3/2025).

Bibit mengungkapkan, nantinya di seluruh Indonesia akan didirikan dapur SPPG seperti ini yang sedianya untuk pemenuhan MBG bagi 8,5 juta siswa. Di mana satu dapur kapasitasnya mencapai 3.000.

"Indonesia harus maju, kuat dan anak-anak harus pintar," terang Gubernur Jawa Tengah Periode 2008-2013 ini.

Sementara Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Oktavian menambahkan, pembangunan SPPG ini bagian dari mendukung MBG yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Untuk merealisasikan ini, dicanangkan program quick wins sesuai dengan program percepatan. Yaitu memberikan bantuan gizi untuk anak sekolah dan pesantren serta ibu hamil.

"Program ini diharapkan untuk membangun genersi cerdas dan produktif sehingga generasi emas 2045 akan tercapai," ungkap dia.

Selain itu, lanjut Rizal, program MBG juga mengurangi angka anak putus sekolah hingga bisa menyerap tenaga lokal yang akan dididik untuk memenuhi MBG ini sendiri.

"Prinsipnya di pesantren ini tepat sasaran dan sesuai dengan kecukupan gizi, dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keberagaman pangan lokal. Saya berharap tidak hanya untuk 3.000 saja, tetapi pembangunan SPPG ini bisa berdampak pada 15 ribu siswa," tambah dia.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Sejalan dengan MBG, dalam kepemimpinan Muhammad Albarra dan dirinya, Pemkab Mojokerto juga bakal geber program 100 hari kerja berupa minum susu gratis di hari Jumat.

Gerakan ini bagian dari upaya Pemkab Mojokerto mengampanyekan hidup sehat.

"Minum susu Jumat gratis di sekolah ini diharapkan bisa memperoleh kehidupan sehat secara teratur. Sehingga target Indonesia Emas 2045 bisa terwujud," pungkas Rizal.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait