Tim SAR gabungan melaksanaan apel Kesiapsiagaan Bencana.
Mojokerto, mili.id - Dua posko induk didirikan BPBD Kabupaten Mojokerto pascalongsor di jalur alternatif Cangar, Pacet Batu, Malang untuk masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya.
Posko induk ada di Rest Area Sendi, dan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberglagah, Pacet, Mojokerto. Lalu posko bayangan di bawah air terjun Watu Lumpang, sejak Kamis (3/4/2025).
Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengaku, dua pendirian posko induk dilakukan untuk menghimpun data korban longsor, maupun menerima laporan warga yang merasa kehilangan keluarganya.
"Untuk keluarga yang merasa kehilangan, saya minta melapor hanya ke posko induk saja. Ada di Sendi dan ada stand by di DIVI Polri di RS Glagah," ujarnya di lokasi kejadian, Jumat (04/04/2025).
Posko tersebut didirikan 24 jam dan selama masa pencarian oleh Tim SAR Gabungan Mojokerto-Malang.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota
"Ya kita stand by 24 jam," pungkas Yo'ie.
Aksi pencarian sejumlah korban kembali dilakukan di lokasi longsor sejak pukul 08.00 WIB usai pelaksanaan apel Kesiapsiagaan Bencana.
Satu korban tewas longsor di Jalur alternatif wisata Cangar, Pacet, Mojokerto-Batu, Malang berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.40 WIB, Kamis (3/4/2025).
Baca juga: Jateng Salurkan 3,25 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Korban Masjid Zatmo Setio asal warga Desa/Kecamatan Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor.
Pria 31 tahun itu merupakan salah satu korban dari dalam minibus yang melaju bersamaan dengan pick up berwarna putih dari arah Pacet menuju Kota Batu, Malang.
Editor : Aris S
