Jawa Tengah

Jateng Salurkan 3,25 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Jateng Salurkan 3,25 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan © mili.id

Mili.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyalurkan lebih dari 3,25 juta liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Hingga pertengahan Juli 2026, bantuan tersebut telah menjangkau puluhan ribu kepala keluarga di sejumlah wilayah rawan kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026 sebanyak 3.258.000 liter air bersih telah didistribusikan melalui 660 truk tangki. Bantuan itu menjangkau 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten.

Baca juga: Hujan Empat Jam Guyur Surabaya, Belasan Titik Tergenang hingga Setengah Meter

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penanganan kekeringan dilakukan berdasarkan pemetaan yang telah disusun pemerintah kabupaten dan kota sehingga distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

"Para bupati dan wali kota sudah membuat pemetaan daerah yang mengalami kekeringan. Data tersebut menjadi dasar untuk mengeksekusi penanganan di lapangan," ujarnya.

Saat ini, sedikitnya 16 daerah di Jawa Tengah telah menetapkan status siaga kekeringan, di antaranya Kabupaten Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, serta Kota Salatiga dan Kota Tegal.

Baca juga: Peringatan Tsunami Dicabut, Pemprov Sulut Minta Daerah Segera Data Kerusakan dan Kerugian

Distribusi air bersih dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPBD, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, hingga sejumlah BUMD melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain penanganan darurat, Pemprov Jawa Tengah juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi

Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat langkah jangka panjang melalui pemeliharaan sumur bor komunal, pembangunan infrastruktur air bersih, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait