Begini Cerita Keluarga Korban Tewas Bersama Kekasih Dalam Kos di Surabaya

Begini Cerita Keluarga Korban Tewas Bersama Kekasih Dalam Kos di Surabaya © mili.id

Korban NA semasa hidup.

Surabaya, mili.id - Meninggalnya NA (29), perempuan asal Tunggun Jagir, Mantup, Lamongan, dalam kamar kos di Jalan Sidosermo Indah, Wonocolo, Surabaya, bersama lelaki berinisial H (27) ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Hal tersebut diceritakan oleh salah satu keluarga korban, Yudha yang menyebut perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari Surabaya ini dikenal baik di mata keluarga.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

"NA orangnya baik. Belum menikah. Bekerja sebagai perawat di RS Ibu dan Anak Kendangsari, Surabaya," katanya kepada milikindonesia.id.

Alumni SMPN 1 Mantup ini sehari-hari tinggal di kosan bersama keponakannya. Yudha mengaku tak melihat gelagat aneh ketika korban pulang mudik pada Idul Fitri 2025 kemarin.

"Sehari-hari kos dengan keponakan ceweknya. Waktu Lebaran kemarin sempat pulang mudik, dan sempat nyuntik tetangga yang sakit," bebernya.

Bahkan, sebelum ditemukan tewas pada Kamis (10/4/2025) siang, pada Rabu (9/4/2025) malam kata Yudha, NA masih sempat video call dengan salah satu keluarganya.

"Semalam kan almarhumah piket malam, nah itu masih sempat video call. Gak ada yang mencurigakan atau aneh waktu video call," pungkasnya.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

Sebelumnya, Seorang lelaki berinisial H (27), dan perempuan NA (29) yang merupakan pasangan kekasih ditemukan tewas di dalam kamar kos yang berada di Jalan Sidosermo Indah, Wonocolo, Surabaya, Kamis (10/4/2025).

Jasad kedua korban awalnya ditemukan April, teman korban yang hendak main ke kosan tersebut. Saat tiba sekitar pukul 11.30 WIB, pintu kos tempat tinggal ini terkunci dari dalam.

"Saya datang ngecek karena (NA) dihubungi tidak bisa. Saya dateng ke kamar kos terkunci. Sempat hubungi ibu kos tapi masih ada di luar kota, akhirnya saya panggil tukang kunci," katanya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

Begitu pintu terbuka, mereka dibuat kaget dengan jasad korban yang perempuan yang berprofesi sebagai perawat, dan lelaki masih berstatus mahasiswa itu tergeletak mengganjal dibelakang pintu. Temuan ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Wonocolo.

Kapolsek Wonocolo Kompol Haryoko Widhi menjelaskan, setelah menerima laporan pihaknya bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi kos korban yang berada di lantai 2 tersebut.

"Tadi pukul 11.30 WIB. Kami menerima laporan dari masyarakat di Kelurahan Sidosermo bahwa ada orang meninggal dunia dalam kos," jelasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait