Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo, mili.id - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyerukan penghapusan stigmatisasi dan pelabelan negatif terhadap siswa dalam lingkungan pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rio usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Alun-alun Kota Situbondo, Jumat (2/5/2025).
Bupati Rio menyampaikan pentingnya menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman potensi siswa.
"Tidak ada lagi pengajar memberikan atribusi atau mengelompokkan siswa berdasarkan dia cerdas, dia tidak cerdas, dia baik, dia nakal," ujar Bupati Rio.
Bupati Rio juga menyoroti pentingnya kesetaraan dalam pendidikan, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau etnis.
"Pendidikan yang tidak pernah memandang bulu dari mana kamu berasal," ujarnya.
Baca juga: 7.380 Siswa Surabaya Terima Bantuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027
Bupati Rio mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menghentikan pemberian label yang dapat merugikan masa depan siswa.
"Beri mereka kesempatan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing," tegasnya.
Bupati Rio juga menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri siswa, yang dalam psikologi disebut self-love.
"Jangan pernah ditakut-takuti bahwa ketika bukan peringkat 1, 2, dan 3, maka masa depan adik-adik kita akan suram. Saya katakan big no," tandasnya.
Untuk diketahui, dalam memperingati Hardiknas Tahun 2025 ini, Bupati Rio juga melaunching 5 hari masuk sekolah di Kabupaten Situbondo.
Editor : Narendra Bakrie
