Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast (tengah) saat konferensi pers di Mapolda Jawa Timur. (Dok. Humas Polda Jatim).
Surabaya, mili.id - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyebut ada 83 anggota polisi yang mengalami luka saat mengamankan demo rusuh di beberapa daerah di Jawa Timur.
"65 anggota menjalani rawat jalan dan 18 orang menjalani rawat inap. Beberapa di antaranya mengalami luka patah tulang, cedera otak ringan, hingga luka robek," ungkapnya, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Freddy Poernomo Dorong Evaluasi Program Koperasi Desa Merah Putih agar Tak Ganggu Pasar Rakyat
Abast menegaskan bahwa tindakan tegas aparat kepolisian dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami tidak akan mentolerir aksi anarkis yang merusak fasilitas umum maupun melukai aparat. Semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Diketahui, sebanyak 580 orang yang terlibat demo anarkis di beberapa daerah di Jawa Timur diamankan polisi. Dari jumlah itu, 479 orang telah dipulangkan.
"Polda Jawa Timur dan Kepolisian Resor jajaran telah mengamankan 580 orang. 89 orang diproses hukum, 12 orang dalam pemeriksaan, dan 479 orang telah dipulangkan," sebut Kombes Pol Abast.
Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Jawa Timur 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen, Inflasi Tetap Terkendali
Ia mengatakan bahwa ratusan orang itu diamankan dalam demo berujung anarkis di Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Sidoarjo.
Mereka diamankan karena merusak fasilitas umum, kantor pemerintahan, hingga tempat ibadah.
Editor : Zain Ahmad
