Ilustrasi/Meta Ai
Surabaya, mili.id - Tahukah Anda bahwa pemberian nama pada anak di Jawa sangat berpengaruh pada pemilik nama tersebut.
Dilansir akun Instagram kabarjawa, ada fenomena kabotan jeneng (keberatan nama) yang dipercaya oleh masyarakat.
Baca juga: Edi Hasibuan: Meningkatnya Citra Polri Jadi Apresiasi Masyarakat atas Kinerja Kepolisian
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, seseorang yang memiliki nama dengan makna terlalu besar (muluk), maka pemilik nama tersebut akan ditimpa musibah, kesialan hingga masalah kesehatan yang tiada hentinya. Itu bila pemilik nama tersebut tidak kuat menyangga nama tersebut.
Karena pada masa kerajaan, pemberian nama pada anak dianggap sakral. Bahkan pemberian nama ditentukan oleh perhitungan weton, neptu dan dirundingkan oleh ahli primbon.
Tanda tanda anak kabotan jeneng adalah sering sakit meski sudah diobati. Kemudian hubungan terhambat hingga kesulitan bersosialisasi.
Jika anak Anda mengalami hal seperti di atas, yang bisa dilakukan adalah mengganti nama anak dengan tujuan ikhtiar agar beban anak lebih ringan.
Editor : Narendra Bakrie
