Sidoarjo, mili.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, mendirikan Crisis Center sebagai langkah penanganan darurat pasca peristiwa ambruknya musholla di lingkungan pondok pada Senin (29/9) kemarin.
Keberadaan Crisis Center tersebut ditujukan untuk memberikan informasi resmi serta menenangkan para wali santri yang masih diliputi kecemasan mengenai kondisi anak-anak mereka.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pusat krisis ini melibatkan tim lintas instansi serta pengasuh pondok.
“Di dalam Crisis Center terdapat tim lintas instansi bersama pengasuh pondok yang bertugas memfasilitasi para wali santri dalam memperoleh informasi terkait kondisi anak-anak mereka,” tutur Khofifah, Selasa (30/9/2025).
Lebih lanjut, tambahnya. pihakya juga meminta Dinas Kesehatan untuk menugaskan tim khusus atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan bantuan dalam proses evakuasi, pertolongan pertama dan rujukan.
Beberapa tim EMT itu berasal dari RS, Dinas Kesehatan Kabupaten dan relawan juga bersiaga di lokasi untuk membantu proses rujukan pasien ke RS terdekat.
Selain itu, ada tim DVI dari Polda yang standby, tim Pemprov, pemkab, Basarnas, Polda, polri, TNI untuk memberikan layanan kepada mereka sedang menunggu keluarganya.
Baca juga: Khofifah Tegaskan Jatim Siap Dukung Implementasi Biodiesel B50 Nasional
"Bersama-sama mencari solusi dan bergotong royong memberikan pertolongan kepada para santri yang masih dalam proses evakuasi," jelasnya.
Perkembangan Korban
Hingga Senin malam, data yang dihimpun menunjukkan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya masih merawat korban. Rinciannya adalah sebagai berikut:
RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: 40 pasien, terdiri atas 8 pasien rawat inap, 30 pasien telah diperbolehkan pulang, serta 2 pasien meninggal dunia.
RSI Siti Hajar: 52 pasien, dengan rincian 11 pasien rawat inap, 39 pasien pulang, 1 pasien dirujuk, serta 1 pasien meninggal dunia.
Baca juga: Disbudpar Jatim Bongkar Dugaan Pelanggaran, Gion Spa Terancam Tutup
RS Delta Surya: 6 pasien menjalani perawatan inap.
RS Sheila Medika: 1 pasien telah diperbolehkan pulang.
RS UNAIR Surabaya: 1 pasien masih menjalani perawatan inap.
Editor : Fahrizal Tito
