Festival Cian Cui Meriahkan Imlek 2026, Simbol Harmoni Budaya dan Kepedulian Lingkungan di Kepulauan Meranti

Festival Cian Cui Meriahkan Imlek 2026, Simbol Harmoni Budaya dan Kepedulian Lingkungan di Kepulauan Meranti © mili.id

Festival Cian Cui yang digelar di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (17/2/2026).

Mili.id – Festival Cian Cui yang digelar di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (17/2/2026). Tradisi yang dikenal dengan sebutan “Perang Air” ini kembali menjadi simbol kuat masyarakat pesisir dalam merawat warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan lintas etnis.

Dilansir dari Detik, Perayaan yang bertepatan dengan Imlek 2026 tersebut tidak hanya diikuti warga keturunan Tionghoa, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang. Ribuan warga tumpah ruah memadati ruas jalan utama kota, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kekeluargaan.

Baca juga: Long Weekend Jelang Imlek 2026, Tiket Kereta Diburu untuk Silaturahmi Sebelum Ramadan

Peserta festival terlihat berkonvoi menggunakan becak motor menyusuri jalan, sementara warga lainnya berjejer di pinggir jalan menyambut iring-iringan. Sorak tawa dan canda pecah ketika para peserta saling “menyerang” dengan air yang dibawa menggunakan ember maupun pistol air. Percikan air yang membasahi jalanan menjadi lambang suka cita sekaligus doa akan keberkahan di tahun yang baru.

Kemeriahan festival turut dihadiri Herry Heryawan dan Hengki Haryadi. Kehadiran jajaran Polda Riau menambah semarak acara sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa Festival Cian Cui merupakan gambaran nyata bagaimana tradisi mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni yang selaras dengan alam dan semangat gotong royong. Ia menekankan bahwa menjaga kelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan, terutama mengingat wilayah Meranti yang dikelilingi ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa menjaga budaya harus berjalan seiring dengan menjaga lingkungan. Keduanya adalah sumber kehidupan dan jati diri yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menggelorakan semangat Green Policing, sebuah pendekatan kepolisian yang tidak hanya berfokus pada keamanan konvensional, tetapi juga berperan aktif dalam perlindungan ekosistem demi kesejahteraan masyarakat luas. Melalui program ini, Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat Kepulauan Meranti untuk menjadi garda terdepan dalam merawat budaya sekaligus menjaga kekayaan alam pesisir.

Menurutnya, sinergi antara pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata budaya tanpa merusak ekosistem yang rapuh.

“Melalui semangat Green Policing, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat budaya, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” imbuhnya.

Selain menjadi ajang perayaan tradisi, kehadiran jajaran Polda Riau di Desa Bokor juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Suasana hangat dan akrab yang tercipta sepanjang festival mencerminkan eratnya hubungan antara aparat dan masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya keamanan yang kondusif, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.

Festival Cian Cui tahun ini pun menjadi pengingat bahwa di balik percikan air dan gelak tawa, tersimpan semangat besar untuk menjaga kedaulatan budaya serta kelestarian alam Kepulauan Meranti agar tetap tegak hingga generasi mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Kabid Humas Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Dirkrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolair Kombes Apri Fajar Hermanto, Bupati Kepulauan Meranti Kombes (Purn) H. Asmar, Ketua PN Bengkalis, Kajari Kepulauan Meranti, Kalapas, KSOP Selatpanjang, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait