Tradisi Pasar Bandeng Gresik Pecahkan Rekor, Ikan Terberat Capai 19 Kg

Tradisi Pasar Bandeng Gresik Pecahkan Rekor, Ikan Terberat Capai 19 Kg © mili.id

Kontes Bandeng Kawak 2026

Mili.id — Kontes Bandeng Kawak 2026 kembali menyedot perhatian ribuan warga di kawasan Bandar Grissee, Senin malam (16/3/2026). Tradisi tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Pasar Bandeng ini menghadirkan bandeng raksasa sekaligus mencatatkan rekor baru.

Dalam kontes tersebut, bandeng seberat 19 kilogram dengan panjang 114 sentimeter berhasil keluar sebagai juara pertama. Ikan milik Syaifullah Mahdi, peternak asal Ujung Pangkah, itu memecahkan rekor sebelumnya yang berada di angka 13,1 kilogram.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Berfluktuasi, Cabai hingga Daging Sapi Naik

Tak hanya mencetak rekor, bandeng jumbo tersebut juga terjual dengan harga fantastis mencapai Rp50 juta kepada perwakilan dari Petrokimia Gresik.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, serta Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rahman. Kehadiran Cak dan Yuk Gresik turut menambah semarak acara.

Sekda Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman, menegaskan bahwa Kontes Bandeng Kawak bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Baca juga: IKAPPI Prediksi Harga Pangan Naik Usai Lebaran 2026, Pemerintah Diminta Siapkan Antisipasi

“Ini merupakan tradisi budaya yang kita jaga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para peternak bandeng dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor kuliner berbahan dasar bandeng,” ujarnya.

Selain juara pertama, posisi kedua diraih Askin dari Ujung Pangkah dengan hadiah Rp25 juta, sementara juara ketiga diraih Zainul Abidin dari Bungah dengan hadiah Rp20 juta.

Baca juga: Program Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dilepas dari GBK, Lebih dari 116 Ribu Pemudik Diberangkatkan

Kontes Bandeng Kawak sendiri merupakan bagian dari tradisi Pasar Bandeng yang rutin digelar menjelang malam selikuran di bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi simbol kekayaan budaya pesisir sekaligus penguatan sektor perikanan di Kabupaten Gresik.

Sebelumnya, sejumlah tradisi khas Gresik seperti pasar bandeng hingga malem selikuran juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), mempertegas posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat budaya pesisir di Jawa Timur.

Editor : Redaksi



Berita Terkait