BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum

BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Siapkan Strategi Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum © mili.id

Ilustrasi BBM

Mili.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari solusi baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pihaknya tengah menyiapkan langkah inovatif agar masyarakat mulai meninggalkan penggunaan BBM nonsubsidi dan beralih ke transportasi umum.

Menurut Pramono, upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang menggunakan BBM nonsubsidi. Ia berharap kebijakan tersebut dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju moda transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga: HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum Cuma Rp1 dan Sejumlah Destinasi Wisata Digratiskan

Meski demikian, Pemprov DKI memastikan tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penyesuaian harga BBM. Pramono menegaskan bahwa kewenangan penetapan harga berada di tangan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah hanya dapat menyesuaikan langkah strategis di tingkat lokal.

Baca juga: Pertamax Dorong Warga Surabaya Lakukan Penyesuaian Gaya Hidup

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada subsidi dari Pemprov DKI bagi pengguna BBM nonsubsidi. Fokus pemerintah daerah, kata dia, adalah mendorong penggunaan transportasi publik sebagai alternatif utama.

Baca juga: Harga Pertamax Melonjak per 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

Sebagai informasi, kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026), mencakup jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Di Jakarta, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex menyentuh Rp23.900 per liter. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap tidak mengalami perubahan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait