Mili.id — Upaya pencegahan banjir di Jakarta Selatan terus digenjot. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) setempat rutin melakukan pengerukan di sedikitnya 10 titik rawan setiap hari guna menjaga kapasitas saluran air, terutama menghadapi musim kemarau dan masa pancaroba.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif yang terus dilakukan secara intensif. “Bagi kami di SDA, ini bukan bencana. Justru kami bekerja lebih maksimal dalam pengerukan dan pembersihan saluran,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Pengerukan difokuskan pada aliran sungai utama seperti Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan. Selain itu, petugas juga membersihkan saluran penghubung (PHB) serta melakukan pengurasan manual di sejumlah titik yang dinilai rawan menimbulkan genangan.
Menurut Junjung, langkah ini terbukti efektif dalam mengurangi dampak banjir. Durasi genangan yang sebelumnya bisa bertahan hingga 10 jam kini berhasil dipangkas menjadi sekitar dua hingga tiga jam, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Dalam sehari, kami bisa melakukan pengerukan di sekitar 10 lokasi. Saat ini bahkan ada enam titik yang dikerjakan secara intensif,” katanya.
Baca juga: Evakuasi Dramatis Berakhir Duka, Bocah 4 Tahun Meninggal Usai Jatuh ke Lubang
Selain mempercepat surutnya air, pengerukan juga berfungsi menjaga kebersihan lingkungan. Genangan air yang terlalu lama berpotensi menimbulkan bau tak sedap serta menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit.
Program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas tampung aliran air di kali induk, sehingga debit air dari wilayah hulu maupun kawasan padat penduduk dapat tertangani lebih optimal.
Tak hanya fokus pada pengerukan, Sudin SDA Jakarta Selatan turut memantau tinggi muka air tanah yang setiap tahun cenderung menurun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan air secara menyeluruh di ibu kota.
Baca juga: Halte Tebet Eco Park Rusak Ditabrak Truk, Satu Pintu Transjakarta Ditutup Sementara
Upaya ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus melakukan normalisasi dan pemeliharaan sungai di seluruh wilayah. Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemprov DKI Jakarta bahkan mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir serta Rp18,25 miliar untuk pengembangan sistem pengendalian banjir.
Dengan langkah masif tersebut, pemerintah berharap risiko banjir di Jakarta, khususnya wilayah selatan, dapat ditekan secara signifikan meski menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Editor : Redaksi
