Mendikti: Kecurangan UTBK SNBT 2026 Akan Diproses Hukum, Pengawasan Diperketat

Mendikti: Kecurangan UTBK SNBT 2026 Akan Diproses Hukum, Pengawasan Diperketat © mili.id

Mili.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa segala bentuk kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Pernyataan itu disampaikan Brian saat meninjau langsung pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Tanjungpura, Jumat (24/4). “Terus menerus kita ingatkan, bahwa modus kecurangan apa pun pasti akan diketahui oleh panitia. Kejahatannya akan diproses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Minggu (26/4).

Baca juga: Praktik Joki UTBK-SNBT 2026 Terungkap di Surabaya, Modus Gunakan Dokumen Palsu

Brian menyebut pelaksanaan UTBK hingga hari keempat berjalan semakin lancar. Sistem pengawasan yang diperketat dinilai mampu mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran sejak awal.

Ia menegaskan bahwa integritas menjadi kunci utama dalam seluruh proses UTBK SNBT 2026. Penegakan aturan, menurutnya, penting untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta.

“Untuk adik-adik calon mahasiswa, silakan mengikuti ujian dengan baik dan percaya dengan kemampuan diri sendiri,” kata Brian.

Sebelumnya, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru mengungkap adanya sejumlah upaya kecurangan pada hari pertama pelaksanaan UTBK 2026, Selasa (21/4).

Baca juga: ITS Tetapkan 1.547 Mahasiswa Baru Lewat Jalur SNBP 2025

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyebut beberapa modus yang ditemukan antara lain penggunaan alat bantu tersembunyi hingga praktik perjokian.

Kasus penggunaan alat bantu terdeteksi di Universitas Sulawesi Barat, di mana peserta menyembunyikan perangkat di pakaian. Selain itu, ditemukan pula praktik joki dengan cara mengganti identitas peserta ujian dari tahun sebelumnya.

“Orang yang sama mengikuti UTBK 2025 dan 2026 dengan nama berbeda. Ini jelas merupakan praktik joki,” ujar Eduart.

Baca juga: Ini Cara Cek Pengumuman SNBP dari Portal Kemdikbud

Selain di Unsulbar, indikasi kecurangan juga ditemukan di sejumlah kampus lain seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga, serta UPN Veteran Jawa Timur.

Panitia memastikan seluruh pelanggaran akan ditindak sesuai regulasi yang berlaku. Pengawasan pun terus diperketat guna memastikan proses seleksi berlangsung jujur dan transparan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait