Kasus Rajapati di Mojokerto, Kapolres Pastikan Dua Anak Korban Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

Kasus Rajapati di Mojokerto, Kapolres Pastikan Dua Anak Korban Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif © mili.id

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat menemui keluarga korban, Jumat (7/5/2026).

Mili.id – Penanganan kasus kemanusiaan di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri yang menyita perhatian publik di Mojokerto tak hanya berfokus pada proses hukum. Kepolisian juga memberi perhatian serius terhadap kondisi psikologis anak-anak korban yang terdampak langsung dari tragedi dalam lingkup keluarga tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan, masa depan dan pemulihan mental anak-anak korban kini menjadi prioritas utama dalam penyelesaian perkara tersebut.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Menurutnya, dua anak korban yang saat ini mengalami tekanan psikologis akan mendapatkan pendampingan khusus, termasuk program trauma healing agar mereka tidak mengalami gangguan psikologis berkepanjangan.

“Fokus kami sekarang bukan hanya penegakan hukum, tetapi bagaimana anak-anak ini tetap memiliki masa depan. Kepentingan anak menjadi prioritas utama dalam proses penyelesaian peristiwa ini,” ujar Kapolres Mojokerto usai menemui kedua anak korban, Jumat 7/5/2026 malam.

Ia menjelaskan, salah satu anak korban dari suami pertama berusia sekitar 15 tahun saat ini dalam kondisi tertekan, meski masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik. 

Sementara seorang balita berusia 3 tahun yang merupakan anak kandung korban dengan pelaku dinilai masih terlalu dini memahami tragedi yang terjadi.

Karena itu, pihaknya meminta keluarga besar dan lingkungan sekitar ikut terlibat dalam proses pemulihan psikologis dengan memberikan penjelasan yang tepat sesuai usia anak.

“Anak-anak ini harus diberikan komunikasi yang tepat, agar tidak muncul persepsi keliru atau menyalahkan salah satu pihak. Ini penting supaya tidak menimbulkan luka batin baru,” tegas Andi.

Selain pendampingan psikologis, Polres Mojokerto juga memastikan kebutuhan pendidikan, lingkungan sosial, hingga akses kesehatan anak-anak korban tetap terpenuhi. 

Polisi bahkan telah berkoordinasi dengan keluarga besar dan pihak terkait agar anak-anak tersebut tidak mengalami pengucilan di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Akpol angkatan 2025 ini juga mengajak masyarakat untuk menyikapi kasus ini dengan empati dan tidak mudah menghakimi melalui komentar di media sosial.

“Silakan mengambil pelajaran dari peristiwa ini, tapi jangan menjadi hakim. Mari fokus pada nilai kemanusiaan dan masa depan anak-anak yang terdampak,” pungkasnya.

Polres Mojokerto juga memberikan bantuan berupa susu, cokelat, sembako hingga uang tunai untuk pendidikan kedua korban, maupun biaya perawatan ibu korban di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto.

Sebelumnya, Satuan (43) ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus pembunuhan mertua dan penganiayaan istrinya di Mojokerto.

Aksi keji pria yang berprofesi sebagai badut ini juga dipicu pilihan istri yang menolak ajakan bersetubuh pelaku.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/5/2026) pagi pukul 08.OO WIB. Satuan dan istrinya, Yuni (35), bertemu di rumah kontrakan mereka setelah sering pisah ranjang.

Pertengkaran pecah setelah anak pertama Yuni pergi sekolah, yaitu sekitar pukul 08.00 WIB. Satuan marah gara-gara istrinya menolak diajak bersetubuh. Terlebih lagi pelaku mencurigai istrinya mempunyai pria idaman lain.

Tak berselang lama, Siti mertua Satuan datang ke lokasi karena melihat ada kurir paket yang menunggu di depan kontrakan. Siti pun masuk lewat pintu belakang untuk memanggil Yuni karena pintu depan rumah terkunci.

Munculnya Siti secara tiba-tiba membuat Satuan panik sebab ia kepergok sedang menganiaya istri yang merupakan putri kandung Siti. Seketika ia mengambil pisau dapur, lalu menyerang ibu mertuanya hingga tewas.

Editor : Redaksi



Berita Terkait