Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dalam Forum Ekonom Konstitusi bertajuk Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (f: istimewa) Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Di Balik Isu
Mili.id–Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, menilai isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan ramai diperbincangkan tidak terlepas dari dinamika perubahan arah kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam Forum Ekonom Konstitusi bertajuk Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru di Jakarta, Kamis (11/6/2026), Fuad menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada dasar kuat maupun pembahasan resmi di lingkungan pemerintahan mengenai pergantian Menteri Keuangan. Karena itu, ia menilai isu yang berkembang lebih banyak bersifat spekulatif dan berpotensi membentuk persepsi publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah."Saya tidak melihat ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada pembahasan resmi mengenai penggantian Menteri Keuangan," ujar Fuad.
Baca juga: Reshuffle Jilid IV Kabinet Merah Putih: Prabowo Rangkul Aktivis Buruh hingga Pejabat 'Comeback'
Menurutnya, kemunculan isu tersebut bisa dibaca sebagai bagian dari resistensi kelompok-kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari paradigma ekonomi lama dan merasa terusik oleh arah kebijakan baru yang sedang dibangun pemerintah.
Fuad menjelaskan, setiap transformasi kebijakan ekonomi hampir selalu memunculkan penolakan dari pihak yang merasa kepentingannya terancam. Hal itu, kata dia, merupakan dinamika yang lazim terjadi ketika pemerintah mulai memperkuat peran negara dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan ekonomi nasional. "Perubahan tentu akan menimbulkan reaksi. Apalagi jika perubahan itu menyentuh kepentingan yang selama ini sudah mapan," ujarnya.
Baca juga: Rekam Jejak Pendidikan Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan yang Baru
Selain menyoroti isu pergantian Menteri Keuangan, Fuad juga mengingatkan pentingnya menjaga arah pembangunan ekonomi agar tetap berlandaskan amanat Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, perdebatan mengenai model ekonomi tidak perlu terjebak pada pertentangan antara neoliberalisme dan sosialisme."Yang paling penting adalah bagaimana amanat konstitusi dijalankan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tegasnya.
Dalam forum tersebut, Fuad turut menyatakan dukungannya terhadap gagasan ekspor satu pintu yang saat ini didorong pemerintah. Ia menilai kebijakan itu dapat memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor, meningkatkan transparansi, serta memastikan manfaat ekonomi dari sumber daya nasional lebih banyak dirasakan di dalam negeri.
Baca juga: Daftar Lengkap Menteri yang Dilantik Presiden Prabowo Hari Ini
Menurut Fuad, selama ini masih banyak devisa hasil ekspor Indonesia yang tersimpan di luar negeri sehingga kontribusinya terhadap penguatan ekonomi nasional belum optimal. Karena itu, langkah pengelolaan ekspor yang lebih terintegrasi dinilai menjadi bagian penting dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Pernyataan Fuad tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa isu pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar persoalan pergantian jabatan, melainkan juga mencerminkan pertarungan gagasan di tengah perubahan paradigma ekonomi yang sedang berlangsung.
Editor : Muhammad
