Tunda Pilkades, Bupati Sampang di Geruduk Massa dan Layangkan Surat ke Khofifah

Tunda Pilkades, Bupati Sampang di Geruduk Massa dan Layangkan Surat ke Khofifah © mili.id

Massa AMS/Foto:Mili

Mili.id - Aliansi Masyarakat Madura (AMS) menggeruduk kantor Bupati Sampang Madura, demonstrasi memprotes kebijakan Bupati Sampang, Slamet Junidi terkait Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/272/KEP/434.013/2021 tentang Pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2025. 

Massa aksi meminta Junaidi untuk melakukan dialog. Namun, tuntutan mereka hambar, sebab demonstran hanya di temui oleh Kabag Hukum serta Pejabat lainnya.  

Baca juga: Khofifah: Perlindungan Anak Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Sehingga AMS mengambil sikap tegas, mereka enggan membubarkan diri. Demonstran juga mengancam tetap bertahan di depan kantor bupati. 

Kendati sudah ditemui Wabup Sampang, dalam dialognya, Wabuo menjelaskan bahwa Slamet Junaidi tidak ada di tempat karena ada tugas kedinasan.

Jawaban Wabup, tidak membuat massa AMS puas, mereka masih tetap dengan pendirian, yakni tidak akan angkat kaki bila belum ditemui bupati. 

Sehingga, sampai sore hari massa masih bertahan lengkap dengan peralatan aksi. Bertahannya massa AMS membuat Kasat Intelkam Polres Sampang turun tangan. Hasil dialog disepakati massa aksi yang boleh bertahan di kantor bupati hanya 9 orang saja. 

Bupati Sampang Temui Demonstran. 

Kendati tersisa 9 orang, massa AMS masih tetap bertahan di kantor bupati, mereka menegaskan menginap di lokasi bila Junaidi tidak menemui mereka. 

Akhirnya, Bupati Sampang Slamet Junaidi akhirnya menemui demonstran sekitar 23.00 WIB. Dengan ucapan salam penuh akrab, Junaidi menyalami satu persatu pendemo. Sontak, kedatangan orang nomer satu Sampang itu, bikin pendemo kaget. 

Sambil lalu, bersautan membalas salam bupati bahkan ada yang merangkulnya dengan memekikkan slogan “Sampang Hebat Bermartabat"

“Saya benar benar menjalankan tugas untuk Sampang, bukan tidak mau menemui Saudara saya yang menyampaikan aspirasi dan bukan intervensi,” ujar Junaidi kepada demosntran

Junaidi menyampaikan, pihaknya bukan alergi dengan kritik. Ia juga menegaskan  tidak ada pemimpin yang takut terhadap warganya yang ingin memberikan masukan untuk membangun. 

Menurut dia, warga Sampang yang ada ini cukup cerdas dan sayang terhadap Sampang. Junaidi juga berjanji membuka pintu lebar lebar 1x24 jam bagi siapapun yang akan menyampaikan gagasan maupun aspirasi. 

"Asalkan untuk kepentingan Sampang bukan kepentingan pragmatis dan kelompok tertentu," seru dia. 

Lantas Junaidi, mengajak pentolan Aliansi Masyarakat Sampang  (AMS ) mengatur jadwal pertemuan supaya lebih bebas dan leluasa dalam penyampaian aspirasinya

Baca juga: Khofifah Buka Koperasi Explore, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Promosi UMKM

Sementara Rolis Sanjaya, selaku korlip aksi mengaku kaget karena masih belum menera informasi akan kehadiran Bupati Sampang. Ia mengacungi pu mengacungkan jempol dan mengapresiasi Junaidi menemui mereka untuk berdialog. 

Warga Surati Gubernur Khofifah

Buntut dari penundaan Pilkades di Sampang. Warga Kabupaten Sampang, Aziz Muslim Haruna telah mengirim surat protes kepada Gubernur Khofifah, Selasa (5/10)

Dilasir dari JPNN, Aziz menyerahkan surat itu ke Kantor Gubernur Jatim bersama tim kuasa hukumnya Miftahul Khair. Dia menuturkan sudah melayangkan surat keberatan kepada Bupati Sampang. Namun surat tersebut, tidak direspons. 

Aziz menegaskan apabila dalam waktu sepuluh hari tidak ada respon dari gubernur. Selanjutnya, akan melakukan jalur hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. "Kalau Ibu Gubernur tidak menyatakan sikap dengan memberikan sanksi kepada Bupati Sampang dan mencabut SK yang dikeluarkan, maka kami akan melakukan upaya hukum lanjutan,” ujar dia.

 

 

Baca juga: Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Terluas Nasional di Sampang

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait