Prabowo Subianto/Foto akun Instagram @Prabowo
Mili.id - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai masih berpeluang besar maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam membaca peluang Prabowo dalam perebutan kursi RI 1.
Menurutnya Prabowo pastinya akan mempertimbangkan kembali sebagai Capres dengan melihat peluangnya untuk meraih kemenangan. Apalagi papar Qidari, kursi Gerindra di DPR cukup besar, yakni hampir mencapai 14 persen. Sehingga Qodari yakin peluang Prabowo mencalonkan presiden 2024 sangatlah mungkin.
Baca juga: Rekam Jejak Pendidikan Muhammad Qodari, Kepala Staf Kepresidenan yang Baru
"Dia cukup berkoalisi dengan partai menengah, maka kemudian pasti bisa maju. Mau dengan Nasdem, PAN, Demokrat. Tinggal pilih saja. Dan dia posisinya sebagai pemilik partai, pemegang saham partai sehingga otoritas untuk mencalonkan itu ada di tangan Pak Prabowo," kata Qodari, Senin (11/10/2021).
Lantas ia menganalogikan dengan partai besar lainnya, Golkar dan PDIP, yang mana kewenangan dan keputusan siapa yang bakal dicalonkan sebagai presiden ditentukan oleh oleh ketua umum partai atau keputusan bersama.
Namun demikian, Qodari mengingatkan akan pengalaman masa lalu, supaya Prabowo tidak hanya sekedar mencalonkan, tapi juga melihat peluang.
"Kalau Pak Prabowo kan prerogatif dia. Jadi menurut saya sangat sangat besar. Itu kalau kita bicara peluang pencalonan," kata dia.
"Di sinilah kemudian tantangan terbesarnya, karena Pak Prabowo itu sudah maju dua kali dan kalah, lalu sekarang trennya itu mengalami penurunan," ujarnya.
Lalu siapa yang layak mendampingi Prabowo? Qodari menilai Sandiaga Uno masih layak untuk mendampinginya, atau saran dia Prabowo bisa mencari pasangan yang lain.
Baca juga: Kemiripan Komposisi Nomor Urut dan Koalisi Parpol di Pilgub Jatim dan Pilpres 2024
"Tetapi mau siapapun wakilnya, kata kuncinya adalah di calon presidennya. Kalau calon presidennya kuat, ya ibaratnya peluang menangnya besar. Kalau calon presidennya tidak kuat, nanti siapa calon wakilnya belum tentu bisa mengangkat. Begitu kira-kira," ungkapnya
Soal siapa yang bakal dipinang Probowo sebagai Cawapres, Qodari menegaskan, bahwa Menteri Pertahanan tersebut, tak bakal memutuskan dalam waktu dekat ini
Bagi Qodari, posisi Prabowo masih dinilai sangat rawan, kendati dalam sejumlah survey masih dilingkaran 3 besar, semisal survey terbaru SMRC. Khawatirnya Qodari ini, dikaitkan jika Pilpres mengharuskan dua putaran, berbeda halnya dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
"Kalaupun terjadi 2 putaran, kemungkinan lolosnya lebih kecil. Jadi menurut saya itu yang harus menjadi pertimbangan Pak Prabowo dan Partai Gerindra ke depan," katanya.
Baca juga: Forum Milenial Jatim Merespons Hasil Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024
Editor : Redaksi
