Kepala BNPT, Boy Rafly Amar/Foto:BNPT
Mili.id - Untuk menanggulangi menjamurnya terorisme, Badan Penanggulangan Nasional Terorisme (BNPT) meningkat program Deradikalisasi. Prorgam ini sangat penting untuk mencegah eks terpidana teroris melakukan kembali aksinya.
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar menyatakan, sebagai lembaga kordinator, BNPT punya peran penting dalam pelaksanaan Deradikalisasi, untuk memperkuat kebijakan dan strategi di bidang ini.
Baca juga: Wakapolri: Ancaman Terorisme Kini Lebih Cair, Pencegahan dan Kolaborasi Jadi Kunci
Sehingga pihaknya menginstruksikan kepada jajarannya agar membentuk tim koordinasi pelaksanaan Deradikalisasi dan pembaharuan database yang dipimpin oleh unsur BNPT.
"Tim ini dibutuhkan untuk pendampingan yang dilakukan di lapangan oleh tim koordinasi pelaksanaan deradikalisasi tehadap napiter di dalam lapas maupun eks napiter di luar lapas, agar kita memiliki jumlah yang akurat dengan status yang masih tersangka, terdakwa, terpidana, kemudian eks narapidana," ucap Boy Rafli saat memimpin kegiatan pengarahan kepada Direktorat Deradikalisasi di Bogor, pada Selasa (18/10).
Rafly berharap tim kordinasi dapat membangun kepercayaan eks napiter dan napiter terhadap BNPT dalam melaksanakan deradikalisasi.
Dalam menjalankan program tersebut, BNPT menggandeng para eks terpidana teroris untuk diberikan pemahaman mengenai agama, kebangsaan, dan kewirausahaan. Sehingga mereka memiliki bekal saat berada di masyarakat.
Perihal pembaharuan database, ia memaparakan hal ini sangat diperlukan bagi sistem Deradikalisasi agar secara menyeluruh bisa ditata untuk dapat melaksanakan tugas dan evaluasi.
Baca juga: Densus 88 dan Akademisi Soroti Perubahan Pola Terorisme Digital dalam Rakernis 2026
"Dengan kemampuan koordinasi yang menyeluruh, kita harapkan outcome yang jauh lebih baik khusus nya bagi para eks napiter, agar kita dapat membangun kepercayaan eks napiter dan napiter, dan tidak ada lagi isu eks napiter tidak disentuh oleh BNPT," jelasnya.
"Demi inovasi program deradikalisasi, Direktorat Deradikalisasi BNPT memiliki peluang kerja sama dengan organisasi Internasional," ujarnya
Untuk diketahui: Program tersebut terbukti berhasil dijalankan oleh BNPT yang telah hadir di tengah-tengah eks napiter yang kini telah sukses menjalankan usaha mereka seperti Arifuddin Lako, eks napiter di Palu yang berhasil dengan usaha peternakan ayam.
Iqbal Husaini eks napiter Depok, Jawa Barat yang fokus di bidang tanaman, Edi Mawardi tersangka pemasok senjata teror di Aceh, kini bisa menghidupi keluarganya dengan usahanya di bidang kuliner.
Baca juga: Anggota Densus 88 Disebar Antisipasi Ancaman Teror saat Nataru
Di lapas khusus BNPT, para napiter juga diberikan pelatihan seperti menjahit, ternak ikan, dan furniture, yang diberikan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Editor : Redaksi
