Proses penyembelihan sapi kurban Kampus Unipra (foto: Roy Ibrachim/mili.id)
Surabaya - Dari seluruh berita yang ditayangkan mili.id, ada tiga berita populer yang menarik perhatian pembaca setia. Teratas yakni tradisi nyate lanjeng yang dilakukan santri ponpes di Probolinggo, disusul penusukan adik kandung hingga tewas, dan Unipra yang menyembelih hewan kurban.
1. Tradisi Liburan Iduladha Santri di Probolinggo Nyate Lanjeng Polokan
Sebagai bentuk hiburan, Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menggelar tradisi tahunan di setiap momentum Hari Raya Idul Adha. Tradisi itu disebut 'Nyate Lanjeng'.
Bertempat di halaman pesantren, ratusan santri baik putra ataupun putri membakar daging hewan kurban, pada Kamis (29/6/2023) malam. Kemudian sate hasil jerih payahnya tersebut dimakan bersama dengan nasi atau dikenal dengan istilah polokan.
2. Cekcok, Pria Surabaya Tewas Ditikam Kakak Kandung
Pria baruh baya berinisial SA (35), asal Surabaya, menghabisi adik kandungnya sendiri dengan pisau dapur, Kamis (29/6/2023).
Dari informasi dihimpun mili.id, kejadian naas itu bermula saat pelaku SA terlibat cekcok dengan adik kandungnya sendiri; yakni Muhammad Faisal (25), di kediamannya Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya, sekitar pukul 04.45 WIB.
3. Unipra Sembelih 1 Sapi dan 3 Kambing Kurban
Universitas W.R Supratman (Unipra) turut meriahkan Iduladha 1444 H/2023 M, Jumat (30/6), dengan berkurban sapi dan kambing. Proses penyembelihan, dilaksanakan di lapangan UNIPRA.
Rektor Unipra, Bachrul Amiq, mengatakan, sebelum proses penyembelihan hewan kurban, seluruh civitas akademik melaksanakan salat Hajad di Musala An- nur Unipra. Setelah itu, dilanjut proses penyembelihan hewan kurban.
Reproter: Redaksi
Editor : Aris S
