Anggota Kehormatan untuk Prabowo dari Muhammadiyah

Anggota Kehormatan untuk Prabowo dari Muhammadiyah © mili.id

Sekertaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti di Ruang Rektorat setelah acara Dialog Terbuka Muhammadiyah, Jumat (23/11/2023). (Shella/mili.id)

Surabaya - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan anggota kehormatan kepada calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto sebagai tanda kepada tokoh-tokoh yang memiliki integritas dan dapat menjalin komunikasi politik.

Sekertaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti menyerahkan langsung anggota kehormatan kepada Prabowo Subianto saat penutupan Dialog Terbuka Muhammadiyah Calon Pemimpin Bangsa.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

"Anggota kehormatan itu diberikan Muhammadiyah kepada tokoh-tokoh yang memiliki komitmen dan memiliki integritas, serta memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah. Juga dalam beberapa hal tentu memiliki komitmen bersama-sama Muhammadiyah melakukan berbagai upaya perbaikan dalam kehidupan kehormatan dan kehidupan kebangsaan," tutur Abdul Mu'ti, Jumat (24/11/2023).

Anggota kehormatan ini diberikan kepada semua capres dan cawapres Pemilihan Umum Presiden 2024, minus cawapres Gibran Rakabuming Raka yang absen pada dialog terbuka yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

"Kehormatan ini kepada semua calon presiden dan wakil presiden. Kita memberikan anggota kehormatan kepda pak anies dan gus Muhaimin, juga kepada pak Ganjar dan pak mahfud, kepada Pak Prabowo, seandainya datang akan kita berikan kepada Mas Gibran," kata dia.

Ia berharap, dengan pemberian kehormatan kepada Prabowo Subianto hari ini dapat terjalinnya komunikasi politik.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

"Sehingga kami berharap dengan diberikannya anggota kehormatan, untuk prabowo mudah-mudahan komunikasi politik antara Muhammadiyah dengan beliau kalau terpilih menjadi presiden, atau kalau tidak terpilih menjadi presiden, tetap terjalin dengan baik," terangnya.

"Beliau sekarang menjadi capres dan cawapres adalah pemimpin bangsa yang insyaallah memiliki rekam jejak dan memiliki komitmen yang sama untuk memajukan umat dan bangsa, sesuai dengan reputasi dan prestasi yang beliau telah tunjukkan selama ini," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait