Menilik Bisnis Furnitur dari Limbah Marmer Hasil Karya Mahasiswa ITS

© mili.id

Salsabila Dhita Nurani (kanan) bersama salah satu pemilik coffee shop saat menunjukkan produk MarmorStuff. (Humas ITS for Mili.id)

Surabaya - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan bisnis furnitur dan home decor ramah lingkungan berbahan dasar limbah marmer.

Bisnis yang bernama MarmorStuff ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran akibat limbah marmer dan mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Tim mahasiswa tersebut diantaranya Salsabila Dhita Nurani, Zaky Ahmad Mubaarok, Arvia Khosyi Pratista, Aisyah Nabila Zein, dan Muhammad Muzakky.

Ketua tim MarmorStuff Salsabila Dhita Nurani menuturkan bahwa ide bisnis ini tercetus setelah melihat tumpukan limbah potong marmer dari perajin di daerah asalnya, yaitu Kabupaten Tulungagung.

"Limbah marmer tadi memiliki corak dan warna yang cantik, sayang bila tidak dimanfaatkan dan dibiarkan mengotori lingkungan begitu saja," ungkap mahasiswi yang akrab dipanggil Dhita melalui siaran tertulisnya, Senin (15/1/2024).

Dalam pengerjaannya, Dhita dan tim menggandeng para perajin marmer lokal di Tulungagung untuk bekerja sama dalam mengembangkan bisnis ini.

Lebih lanjut, Dhita menjelaskan bahwa MarmorStuff menerapkan teknik upcycle dalam proses produksinya. Upcycle merupakan teknik daur ulang limbah tanpa mengubah bentuk aslinya.

"Dengan upcycle, kami tidak memerlukan alat khusus dengan biaya tinggi sehingga produknya nanti akan lebih murah dan lebih ramah lingkungan," terang mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS tersebut.

Proses pembuatannya, Dijelaskan Dita. Limbah sisa potongan marmer itu diklasifikasikan menurut corak dan warnanya. Kemudian dilakukan penataan potongan marmer dalam cetakan, di mana akan dituangkan campuran semen putih, lem, dan bubuk kalsium.

Setelah itu, dilanjutkan dengan proses pengeringan selama tiga hari sebelum produk diamplas dan diberi lapisan luar. Luaran produk yang dihasilkan ini bergantung pada cetakan yang digunakan.

"Sejauh ini, saya dan tim telah memproduksi produk furnitur berupa meja dan kursi kafe, serta produk home decor berupa nampan dan tatakan gelas. Selain itu dengan teknik yang sama, kami bisa menghasilkan produk yang bervariasi sesuai dengan permintaan konsumen," paparnya.

Inovasi bisnis ramah lingkungan ini pun telah sukses mengantarkan Dhita dan tim meraih medali perak dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) kategori presentasi pada kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 di Universitas Padjadjaran pada tahun 2023 lalu.

"Harapannya, usaha ini dapat membantu para perajin marmer dan mengurangi pencemaran akibat limbah sisa marmer di Tulungagung," harapnya.

Dia menambahakan. Di tengah persaingan pasar, tim yang dibimbing oleh dosen Departemen Despro ITS MY Alief Samboro ST MDs itu juga tak kalah unjuk keunggulan produknya melalui pameran nasional dan internasional.

"Kami telah berhasil menjual produk kami pada pameran DECORINTEX 2023 yang berskala nasional dan IFFINA (Indonesia Meubel & Design Expo) 2023 untuk yang skala internasional," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait