Pj Wali Kota Mojokerto didampingi Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudi Zaeny saat memanggil ketiga pembuat konten ”tuwir” tuyul icikiwir di ruang kerja wali kota, Balai Kota Mojokerto, Kamis (1/2/2024). Foto : (Nana/mili.id)
Mojokerto - Dua pemuda lakon tuyul dan seorang videografer hanya bisa tertunduk malu saat dipanggil Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro di ruang kerjanya, Kamis (1/2/2024).
Didampingi Satreskrim Polres Mojokerto, tiga pemuda warga Kecamatan Jetis ini meminta maaf dan mengaku menyesali atas unggahan video viral yang dibuat di depan Balai Kota Mojokerto, Alun-alun Wiraraja, dan pom bensin yang ada di Kota Onde-Onde.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Ali Kuncoro menjelaskan, sengaja mengundang ketiga pembuat konten beradegan mirip tuyul setelah berhasil diamankan pihak berwajib.
Mas PJ sapaan akrabnya ini menilai, sebenarnya mereka pemuda kreatif hanya saja video yang dibuat berbau hal negatif.
”Hari ini mereka saya undang, karena saya ingin kreativitasnya itu diarahkan untuk membikin konten-konten yang positif,” ujarnya.
Bahkan, Mas PJ memberikan challenge kepada ketiganya untuk membuat konten video yang bersifat edukatif tentang Kota Mojokerto. Kadispora Provinsi Jatim juga menjanjikan akan menyiapkan reward bagi mereka.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
”Karena adik-adik ini punya potensi, jadi saya tidak ingin menghukum mereka. Cuma saya ingin mengarahkannya ke jalur yang benar,” imbuhnya.
Sementara, dihadapan Pj Wali Kota Mojokerto dan Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Achmad Rudi Zaeny, ketiga pemuda asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto ini mengaku menyesali perbuatan mereka.
Ketiganya adalah Adi Prayugo dan Prasetyo yang berperan sebagai dua model menyerupai tuyul. Sedangkan satu pemuda lainnya adalah Galang, perekam video yang diunggah ke akun YouTube @galangkancil3828.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto dan saya berjanji tidak mengulangi membuat video yang negatif lagi,” tandas Galang.
Senada, Adi juga menyatakan penyesalannya atas konten yang diperankannya. Dia mengaku hanya iseng saat membuat adegan video yang diambil di depan Balai Kota Mojokerto, Jembatan Gajah Mada hingga Alun-Alun Kota Mojokerto.
”Konten tersebut mengandung video yang sangat tidak patut dicontoh. Saya atau pembuat konten atau video yang viral tersebut sangat menyesali perbuatan saya dan minta maaf kepada masyarakat,” sesalnya.
Editor : Aris S
