Peti mayat tkw korban pembunuhan di Malaysia sesat tiba di rumah duka. (M Hatta/Mili.id)
Jember - Jasad korban pembunuhan di Malaysia yakni Windri Nur Fadila (18) tiba di Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Minggu (4/2/2024).
Tante korban, Ninik mengatakan, proses pemulangan jenazah korban itu, lanjutnya, tidak ada kendala. Korban pun langsung dimakamkan dengan layak di pemakaman umum desa setempat.
"Saya mewakili pihak keluarga, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pemerintah. Karena pemulangan jenazah dari Malaysia sampai sini (Jember) dapat terlaksana. Korban langsung dimakamkan dan tidak ada kendala," ujar perempuan yang bekerja sebagai Puskesos Dinsos Jember itu.
Kejadian yang dialami keponakannya itu, kembali Ninik menegaskan, pihak keluarga korban menyerahkan penyelesaian dan penanganan kasus dugaan pembunuhan kepada pihak yang berwenang.
"Dari kejadian ini, kami pihak keluarga berusaha ikhlas. Apalagi keduanya sudah sama-sama meninggal, kami juga tidak tahu ada apa atau persoalan apa. Paling utama jenazah sudah sampai di Jember, bisa dimakamkan dengan layak dan seluruh keluarga bisa melihat jenazah korban secara langsung," ujarnya.
"Kami juga bersyukur. Misal disuruh bayar (untuk biaya pemulangan) tentu kita juga tidak mampu, wong kita bukan orang berpunya. Pihak keluarga berusaha menerima ikhlas, kami serahkan kepada pihak berwenang. Di sini sudah meninggal, di sana juga sudah meninggal ya mau bagaimana lagi? Pasrah dan ikhlas kita. Mau nuntut apa yang dituntut. Mungkin sudah jalannya dari sana seperti itu," imbuhnya.
Terpisah Sub Koordinator Divisi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Disnaker Jember, Rida Herawati mengatakan untuk proses pemulangan jenazah adalah koordinasi bersama antara lembaga terkait.
"Proses pengiriman jenazah difasilitasi oleh BP3MI Surabaya, Jawa Timur. Sempat tadi ada kendala, yang mestinya sampai di Juanda pukul 09.00 WIB, karena ada delay sampainya pukul 10.00 WIB. Kemudian proses di kargo sekitar 1-2 jam, langsung di kirim ke Jember. Sampai di rumah duka sekitar pukul tiga sore," kata Rida.
Terkait pengiriman jenazah korban, Rida mengatakan, berlangsung lancar. Tapi untuk terduga pelaku pembunuhan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dan menunggu dari pemerintah Malaysia.
"Jenazah ini (yang dapat dipulangkan) adalah korban. Tapi untuk (jenazah) terduga pelaku (pembunuhan) kita masih koordinasi dengan BP2MI, Disnaker Provinsi, dan KBRI menunggu kabar dari Malaysia," katanya.
"Terkait pemulangan jenazah (terduga pelaku) ini kan berbeda dengan kasus lain, semisal sakit ataupun kecelakaan kerja. Jadi mungkin ada (penundaan), terkait adanya dugaan pembunuhan. Sehingga jenazah terduga pelaku masih dalam proses pengiriman, mungkin juga masih menjalani pemeriksaan. Tapi maaf kita tidak bisa menjelaskan detail, karena hal itu ranah kepolisian itu. Namun yang jelas kami hanya bisa menunggu untuk pemulangan jenazah pelaku ini," pungkasnya.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Editor : Achmad S
