Seniman dan Budayawan Jatim Gelar Refleksi Indonesia Damai: Selayaknya Kita Bersatu!

Seniman dan Budayawan Jatim Gelar Refleksi Indonesia Damai: Selayaknya Kita Bersatu! © mili.id

Seniman dan budayawan Jatim gelar Refleksi Indonesia Damai di tengah masyarakat yang seolah dibenturkan dengan pilihan-pilihan. (foto: Zain ahmad/mili.id).

Surabaya - Para seniman dan budayawan Jatim yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Seni untuk Indonesia Damai (SSID) menggelar Ziarah Kebangsaan dengan tema Refleksi Indonesia Damai, Sabtu (10/2/2024).

Acara itu digelar di dua tempat dengan waktu yang berbeda. Acara awal adalah ziarah ke makam Dr Soetomo, tokoh pergerakan RI, di Gedung Nasional Indonesia, Jalan Bubutan, Surabaya, sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim

Di situ, para peserta berziarah dan berdoa di makam Pahlawan Nasional tersebut. Sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan Dr Soetomo, dan cita-cita luhurnya tentang kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

Acara kedua, digelar di Pendopo Jayengrana-Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam kesempatan itu, akan tampil beberapa kelompok seni tradisi dan musik yang menggelorakan lagu-lagu persatuan dan nasionalisme.

Di antaranya musik Daul Madura, Reog Surabaya, Komunitas Sanggar Tari se-Surabaya, serta kelompok musik Sekaring Jagad. Ada pula pementasan kolaborasi Ludruk Jawa Timur, yang membawakan lakon Kepaten Obor.

Budayawan sekaligus Penyair, KH D Zawawi Imron mengungkapkan, acara tersebut digelar mengacu pada situasi belakangan ini, yang masyarakat seolah dibenturkan dengan pilihan-pilihan.

Bahkan, hingga kabar hoax atau tak jelas asal-usulnya, yang berseliweran di sosial media. Kemudian provokasi, kecaman, dan upaya memecah-belah sangat marak. Apalagi jelang pemungutan suara di Pilpres 2024 ini.

"Rasanya tak sedikit dari masyarakat yang lelah atas upaya-upaya kotor tersebut. Sejatinya, hati nurani terdalam manusia, mendambakan kedamaian, ketentraman dan persatuan. Maka, kami tergerak untuk menyuarakan semangat tersebut," ujarnya selepas acara di Gedung Nasional Indonesia.

Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah

Dalam momen itu, penyair berjuluk Celurit Emas itu bahkan telah membuat secarik kalimat tentang persatuan: Dengan hati yang bersih, cinta yang wangi, merah putih berkibar abadi.

"Saya hanya ingin masyarakat bersatu di tengah segala perbedaan. Baik perbedaan pilihan, ras, suku, agama, apa pun itu. Senantiasalah tebarkan cinta, dan ingatlah, bahwa kita semua bernaung di bawah merah putih," kata pria yang akrab disapa Zawawi itu.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai persatuan dan cinta tanah air harus tetap digemakan.

"Mari kita jadikan segala perbedaan sebagai sarana untuk mencapai persatuan. Bahwa perbedaan itu indah. Perbedaan adalah rahmat Tuhan bagi alam semesta. Selayaknya kita bersatu, bergandengan tangan," tuturnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas

Dalam acara tersebut, selain KH Zawawi, terdapat beberapa tokoh seniman dan budayawan Jawa Timur yang akan hadir. Beberapa di antaranya adalah H Agus Kuprit, Cak Tawar, Sinden Proborini hingga dari berbagai elemen masyarakat.

Zawawi menegasakan bahwa ajang tersebut tak berkaitan dengan politik. Apalagi Pilpres.

"Ziarah Kebangsaan, Refleksi Indonesia Damai adalah upaya untuk menggaungkan persatuan di antara sesama anak bangsa, yang bernaung di bawah cahaya merah putih," jelasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait