Tandon Air Desa Ngembat Ambrol Diterjang Banjir, Ini Langkah Pemkab Mojokerto

Tandon Air Desa Ngembat Ambrol Diterjang Banjir, Ini Langkah Pemkab Mojokerto © mili.id

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyerahkan langsung bantuan yang berasal dari BSI dan disalurkan melalui BPBD terhadap Pemdes yang terdampak, Jumat (5/4/2024). Foto : (Nana/Mili.id)

Mojokerto - Ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun/Desa Ngembat, Kecamatan Gondang bisa bernafas lega usai Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan material pembangunan tandon air yang menjadi sumber air bersih warga selama ini.

Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo Djati hadir langsung untuk menyapa warga dan menyerahkan langsung bantuan yang berasal dari BSI dan disalurkan melalui BPBD terhadap Pemdes yang terdampak, Jumat (5/4/2024).

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Kepala Desa Ngembat Sutrisno menerangkan, banjir pada Maret lalu turut menyapu bak penampungan air bersih milik desa. Tandon beton kapasitas ribuan liter yang berada 12 meter dari tepi Sungai Segaluh tersebut ambrol disapu banjir.

Akibatnya, distribusi air bersih pada warga sempat tersendat. ”Sekitar 210 KK di Dusun/Desa Ngembat terdampak. Aliran airnya kurang maksimal,” ungkapnya.

Sesaat usai disapu banjir, perbaikan sementara langsung dilakukan. Tujuannya tak lain, agar warga tetap bisa memanfaatkan air bersih dari salah satu sumber di lerang Pegunungan Anjasmoro tersebut.

Baik perbaikan saluran pipa, pompa hingga bak tandon itu sendiri. ”(Setelah diperbaiki) masih bisa mengalir, tapi tidak maksimal (seperti sebelumnya),” ujar pria 48 tahun ini.

Mendapati pelayanan masyarakat menjadi kurang optimal, pemdes tak tinggal diam. Kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana tersebut lantas dilaporkan ke Pemkab Mojokerto lewat BPBD.

Hingga akhirnya sejumlah bantuan material bangunan diterima pihaknya. Masing-masing berupa 64 lonjor pipa, 20 paket bronjong hingga 2 unit tandon kapasitas 2000 liter.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

”Sekarang tandon kita ganti pakai ini dan rencananya titik lokasi kita geser (lebih jauh) 12 meter dari sungai,” terang Kades.

Bantuan untuk perbaikan sarpras desa tersebut, lanjutnya, bakal segera digarap dalam waktu dekat. Mengingat pentingnya air bersih bagi kehidupan sehari-hari warga wilayah dengan dua dusun tersebut.

”Tentu pembangunannya sesegera mungkin. Paling lambat mulai habis lebaran nanti,” tandas Sutrisno.

Di kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan pentingnya penanganan pasca terjadinya bencana tersebut.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Terutama, dampak bencana yang mengakibatkan terganggunya pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Ketepatan dan penanganan yang cepat pun dinilai penting.

Perbaikan sarana dan prasarana terdampak harus terus digeber agar pelayanan terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak terputus.

”Karena memang air bersih ini kebutuhan dasar masyarakat yang penting untuk dipenuhi. Harapannya, bantuan ini bisa membuat kondisi disini bisa lebih dari dari sebelumnya,” pungkas Ikfina.

Editor : Aris S



Berita Terkait